Pantai Mutun Pesawaran Magnet Wisatawan Kala Libur Panjang

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Destinasi wisata bahari jadi salah satu alternatif menikmati liburan bersama keluarga. Sempat ditutup selama masa pandemi Covid-19 sejumlah pantai kembali dibuka. Pantai Mutun salah satunya, objek wisata di Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung kembali dibuka.

Pantai Mutun jadi salah satu destinasi bahari di Pesawaran diantara pantai lainnya seperti Pantai Klara, Pantai Sari Ringgung, Pulau Pahawang dan Pulau Tegal Mas.

Sriyanti, salah satu wisatawan domestik asal Teluk Betung, Bandar Lampung mengaku memilih pantai untuk berlibur bersama keluarga. Libur Maulid Nabi Muhammad dan cuti bersama sejak 29 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 dimanfaatkan olehnya bersantai dengan keluarga.

Jarak sekitar sepuluh kilometer lebih dari Teluk Betung bisa ditempuh setengah jam dengan kendaraan mobil. Melewati jalan pesisir di Pesawaran saat liburan kecepatan kendaraan lebih pelan bahkan merayap.

“Banyaknya wisatawan dan masyarakat yang akan mengunjungi sejumlah pantai di Pesawaran membuat pengendara harus hati-hati karena akses jalan masih sempit, namun kondisi jalan cukup bagus untuk aksesbilitas wisata,” terang Sriyanti saat ditemui Cendana News, Minggu (1/11/2020).

Sriyanti menyebut sesampainya di Pantai Mutun yang ada di wilayah pantai Barat Lampung ia bisa melakukan sejumlah aktivitas. Membayar tiket untuk motor sebesar Rp30.000 dan mobil Rp150.000 termasuk penumpang berbagai wahana bisa dinikmati. Kegiatan berenang dan mandi di pantai paling disukai wisatawan termasuk keluarganya.

Sriyanti, wisatawan asal Teluk Betung,Bandar Lampung mengajak serta keluarga menikmati liburan di Pantai Mutun, Minggu (1/11/2020). -Foto Henk Widi

Bagi anak-anak yang belum bisa berenang ia bisa menyewa pelampung ban mulai harga Rp20.000 hingga Rp30.000. Pantai Mutun yang terhalang sejumlah pulau kecil di Teluk Lampung dan Teluk Semaka sebutnya membuat ombak cukup tenang. Selain menikmati suasana pantai, ia dan keluarga bisa melakukan kegiatan bakar ikan dan makan bersama.

“Rekreasi atau piknik ke pantai kurang lengkap jika tidak makan bersama jadi tadi bawa bekal untuk dinikmati dekat pantai,” cetus Sriyanti.

Ia dan keluarga memilih menikmati hari terakhir liburan, sebab Senin 2 November 2020 harus kembali bekerja. Datang pagi hari ke pantai dilakukan oleh keluarganya agar tidak terlalu panas dan suasana masih sepi. Di objek wisata itu terlihat sejumlah pengunjung dengan plat B, BG asal Jakarta dan Palembang. Sebagian wisatawan asal luar daerah diprediksi memilih menginap di Pulau Tangkil tak jauh dari Pantai Mutun.

Sriyanti menambahkan selain bisa menikmati suasana pantai alternatif wisata bahari bisa ke Pulau Tangkil. Sebelum pandemi Covid-19 ia mengaku sempat berkunjung ke Pulau Tangkil. Pengunjung sebutnya bisa menikmati berlibur dengan banana boat. Pulau tak berpenghuni itu jadi tempat melepas penat. Keindahan alam bawah laut jadi alternatif menikmatinya dengan snorkeling dan diving.

“Banyak aktivitas bisa dilakukan untuk menikmati liburan ke pantai dan pulau yang ada di Pesawaran,” papar Sriyanti.

Pelaku Usaha Bergeliat

Kunjungan didominasi wisatawan domestik asal Lampung jadi berkah bagi pemilik perahu. Hendra, salah satu nelayan pemilik perahu mengaku selama musim liburan memilih jadi pengojek perahu. Aktivitas naik perahu kerap dipilih wisatawan untuk menikmati keindahan Pantai Mutun dari laut. Sebagian memilih menyeberang ke Pulau Tangkil dengan biaya sewa perahu Rp200.000 hingga Rp300.000.

“Satu perahu bisa muat sekitar 10 hingga 15 orang sudah dilengkapi dengan alat keselamatan sehingga penumpang nyaman,”terangnya.

Pada masa libur panjang sejak tiga hari lalu Hendra mengaku bisa menyediakan jasa ojek perahu hingga puluhan kali. Ia mengaku tidak khawatir terkait kondisi pandemi Covid-19 sebab sejumlah pengunjung telah menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Omzet jutaan rupiah perhari sebutnya bisa diperoleh para pengojek perahu di Pantai Mutun selama libur panjang.

Pelaku usaha sektor pariwisata yang memanfaatkan peluang diantaranya Hasanah menyebut libur panjang jadi berkah. Membuka usaha saat liburan pedagang mi ayam bakso dan minuman es kelapa muda itu mengaku dibukanya objek wisata jadi sumber penghasilan warga. Ia memilih berjualan saat libur panjang dengan omzet harian rata-rata Rp500.000.

“Selama Covid pantai sempat ditutup namun dibuka kembali dengan protokol kesehatan sehingga pelaku usaha bisa mendapat hasil,” bebernya.

Kebijakan pengelola Pantai Mutun sebut Hasanah membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas. Normalnya pantai itu bisa menampung sekitar 1500 orang. Saat lebih dari 750 pengunjung maka yang datang sementara akan ditolak. Pemindaian suhu tubuh, wajib bermasker, cuci tangan jadi syarat wajib masuk ke pantai. Langkah itu sekaligus memberi rasa aman baginya dan sejumlah pelaku usaha di Pantai Mutun.

Lihat juga...