Pasar Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Dilaporkan Mengalami Tren Positif

Suasana di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta – Foto Ant

JAKARTA – Pasar penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, dilaporkan berada dalam keadaan tren positif. Hal itu berdasarkan laporan yang diterbitkan lembaga penyedia data penerbangan global, OAG, yang berbasis di Inggris.

Sesuai laporan OAG Frequency and Statistics, kapasitas kursi penerbangan yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta pada Oktober 2020, tercatat sekira 2 juta kursi. Jumlahnya naik 0,2 persen, bila dibandingkan dengan kondisi di September 2020.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan, jumlah kapasitas kursi penerbangan yang meningkat mengindikasikan membaiknya permintaan masyarakat, atas penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta. “Demand tumbuh diikuti peningkatan supply, dan ini dapat berjalan dengan baik di Bandara Soekarno-Hatta,” katanya, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, saat minat masyarakat untuk terbang meningkat, Angkasa Pura II dan maskapai, mampu menyediakan kursi penerbangan yang dibutuhkan. Sehingga, tercipta iklim positif di Bandara Soekarno-Hatta.

“Peningkatan permintaan terhadap penerbangan didorong karena masyarakat semakin percaya untuk naik pesawat, sektor penerbangan dapat memberikan rasa aman dan nyaman di tengah pandemi sejalan dengan protokol kesehatan yang ketat dan kesigapan yang dijalankan oleh Bandara Soekarno-Hatta, maskapai dan seluruh stakeholder penerbangan lainnya yaitu AirNav Indonesia, TNI/Polri, pihak ground handling dan sebagainya,” kata Muhammad Awaluddin.

Pulihnya pasar penerbangan disebutnya, juga sebagai hasil dari berjalannya strategi perseroan, dalam mengoptimalisasikan slot time penerbangan, mengaktifkan kembali rute yang sempat ditutup, dan meningkatkan frekuensi di rute eksisting.

Sementara itu, dorongan diberikan pemerintah, melalui kebijakan stimulus passenger service charge (PSC) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kebijakan pemerintah memberikan insentif PSC membuat harga tiket pesawat lebih rendah sehingga mendorong pasar penerbangan,” tandasnya.

Sejak Juli 2020, telah dicanangkan Safe Travel Campaign di Bandara Soekarno-Hatta oleh PT Angkasa Pura II. Kegiatannya, bersama stakeholder antara lain, Otoritas Bandara Wilayah I, Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Satgas Udara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan KKP Kementerian Kesehatan. (Ant)

Lihat juga...