Pasien COVID-19 Sembuh Capai 11.303, Sumut Tak Ada Lagi Zona Merah

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah – Foto Ant

MEDAN – Jumlah pasien COVID-19 di Sumut yang sembuh, bertambah lagi. Totalnya hingga Senin (9/11/2020), sudah menjadi 11.3030 orang.

“Dengan terus bertambahnya pasien sembuh dan tren menurunnya pertambahan pasien terkonfirmasi, maka tidak ada lagi zona merah COVID-19 di Sumut,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah di Medan, Senin (9/11/2020).

Jumlah pasien sembuh tersebut diperoleh, setelah ada penambahan 64 orang yang sembuh di dalam satu hari. Dari penambahan 64 pasien yang sembuh di 9 November, sebanyak 30 orang di antaranya merupakan pasien di Medan. “Syukur, pasien sembuh dari Medan terus bertambah di tengah jumlah warga yang terpapar (terkonfirmasi) juga tren menurun,”ujar Aris.

Jumlah pasien terkonfirmasi (positif) COVID-19 di Sumut hingga Senin (9/11/2020) tercatat mencapai 13.818 orang. Penyumbang terbesar pasien COVID-19, juga dari Kota Medan. Dari penambahan pasien terkonfirmasi sebanyak 75 orang dalam satu hari, pasien dari Kota Medan sebanyak 36 orang.

Sementara itu dari jumlah kasus aktif, per Senin (9/11/2020), tercatat ada sebanyak 1.949 orang. Dari jumlah tersebut, 1.475 orang diantaranya melakukan isolasi mandiri, sedangkan 474 lainnya dirawat secara isolasi di sejumlah rumah sakit.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irawan SpB saat live streaming, Senin (9/11/2020) – Foto Ant.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irawan SpB, jumlah kasus aktif ini didapatkan setelah terjadinya penambahan sebanyak 545 kasus konfirmasi positif dalam sepekan terakhir, sehingga total saat ini menjadi 13.818 orang. Kemudian didapatkan penambahan sebanyak 461 orang kasus kesembuhan, dalam akumulasi sepekan, sehingga menjadi 11.303 orang. Dan didapatkan 28 kasus kematian menjadi 566 orang.

“Karenanya, Gubernur Sumut melalui Satgas Penanganan COVID-19 Sumut kembali mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, instansi dan pelaku usaha yang telah menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Sedangkan bagi yang belum, supaya dapat menerapkannya, agar pandemi COVID-19 di Sumut bisa cepat berakhir,” ujarnya.

Sebab menurutnya, tidak tertutup kemungkinan terjadinya lonjakan angka penderita COVID-19 positif baru. Sehingga wilayah yang sudah berzonasi kuning atau oranye dapat kembali menjadi merah, bila protokol kesehatan diabaikan. Oleh karena itu, Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Satgas COVID-19 Sumut, masih akan terus memantau kondisi di lapangan. Hal itu untuk mendisiplinkan masyarakat, instansi dan pelaku usaha dalam rangka memutuskan rantai penularan COVID-19 tersebut.

Sanksi yang diberikan berupa peringatan, teguran sampai pada penutupan sementara tempat usaha yang dinilai melanggar protokol kesehatan. “Selain itu, bagi yang menjalani isolasi mandiri agar dapat disiplin menjalaninya dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan kepada orang lain,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...