Pelaku Ekraf di Palu Diharap Manfaatkan Hutan Kota

PALU – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengharapkan pelaku usaha ekonomi kreatif memanfaatkan peluang dan fasilitas yang ada di objek wisata hutan kota, sebagai ikon baru di daerah tersebut.

“Huta kota merupakan destinasi baru di ibu kota Sulteng pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palu, Nawab Kursadi, yang ditemui di Palu, Minggu (8/11/2020).

Dia menjelaskan, destinasi baru itu telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, mulai dari sarana olah raga, pentas sebagai tempat atraksi kesenian hingga kuliner, bahkan pemerintah setempat juga berencana akan menambah kawasan kopi sebagai pusat kedai kopi di kota tersebut.

Menurut dia, di objek wisata hutan kota perlu sinergitas lintas instansi, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, maupun Dinas Koperasi dan UMKM hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dalam rangka untuk pengembangan sejumlah fasilitas di kawasan itu.

Hingga kini, destinasi seluas 109 hektare yang sudah ditata khusus bernuansa hutan modern ini terus dikembangkan dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, mulai dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga usaha ekonomi kreatif dan kegiatan pertunjukkan lainnya.

“Ke depan, kami coba usulkan khusus bagi hutan kota satu unit pengelola semacam Unit Pelaksana Teknis, yang di dalamnya sudah termasuk sejumlah instansi teknis terkait, termasuk Dinas Pariwisata. Karena di kawasan tersebut ada instansi lain juga terlibat,” ujar Nawab.

Pembangunan hutan kota, sudah dimulai sejak 2017 oleh pemerintah setempat, yang dipersiapkan untuk mendukung visi-misi Pemkot Palu yakni Palu kota tujuan, beradat berbudaya dilandasi iman dan takwa, yang mana orientasi pengembangan sektor pariwisata menjadikan Palu sebagai kota destinasi.

“Agar kota ini dilirik wisatawan, tentu ada sejumlah hal yang harus dipenuhi pemerintah setempat, di antaranya infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung dan yang terpenting adalah dari sisi keamanan,” ungkapnya.

Nawab menambahkan, rencananya tahun depan  Pemkot Palu akan mengembangkan sejumlah kawasan potensial pariwisata, antara lain kawasan Bukit Salena tempat Olah Raga Paralayang di Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi dimanfaatkan untuk ekoturisme, lalu kawasan Uwentumbu di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore yang juga mengusung konsep wisata alam, termasuk hutan kota. (Ant)

Lihat juga...