Pelaku Usaha di Sekolah dan Tempat Wisata Dominasi Kredit Macet

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Tingginya Non Permorming Loan (NPL) atau kredit macet pada program Tabur Puja Yayasan Damandiri di Kabupaten Cilacap didominasi oleh pelaku usaha yang berjualan di sekolah-sekolah dan tempat wisata. Mengingat selama pandemi sekolah libur dan tempat wisata juga tutup.

Manager Tabur Puja Cilacap, Sudaryanto mengatakan, 50 persen lebih tunggakan Tabur Puja dari kalangan pelaku usaha di sekolah dan tempat wisata. Menurutnya, lamanya penutupan sekolah dan tempat wisata membuat sebagian nasabah Tabur Puja harus keluar daerah untuk mencari pekerjaan baru. Namun mencari pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 juga tidak mudah.

“Penjualan jajanan di sekolah-sekolah dan para penjual makanan serta souvenir di tempat wisata sangat terdampak, mereka tidak bisa berjualan dan sebagian dari mereka ada yang pergi ke Jakarta ataupun ke kota besar lainnya untuk mencari pekerjaan, sementara tunggakan angsuran ditinggalkan begitu saja,” kata Sudaryanto kepada Cendana News, Sabtu (28/11/2020).

Dari pihak koperasi sudah berusaha melakukan pendekatan kepada keluarga, namun kondisi perekonomian yang bersangkutan memang tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran angsuran pinjaman. Sehingga jalan terbaik hanya tetap menjalin komunikasi dengan keluarga nasabah.

“Kita sudah sering datangi ke rumah-rumah nasabah yang menunggak angsuran, namun mereka pasrah saja, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sudah kerepotan, apalagi untuk membayar angsuran,” terangnya.

Akibat banyaknya tunggakan angsuran tersebut NPL Tabur Puja Cilacap naik mencapai 5,8 persen. Penyaluran kredit bantuan modal Tabur Puja sempat dihentikan bulan Mei lalu, namun pada bulan Septemper Yayaan Damandiri kembali membuka penyaluran kredit bantuan modal Tabur Puja.

Program Tabur Puja Yayasan Damandiri yang berjalan sampai saat ini, diperuntukan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap, yaitu Kecamatan Wanareja, Kecamatan Majenang dan Kecamatan Dayeuhluhur. Sampai saat ini sudah 2.000 lebih pelaku UMKM yang mendapat bantuan modal dari Tabur Puja.

Ketua KUD Utama yang menyalurkan bantuan modal Tabur Puja, Sutadji mengatakan,  Tabur Puja merupakan program pinjaman modal untuk membantu para pelaku usaha kecil  di desa-desa. Penyalurannya  melalui Pos Pemberdayaan Keluarga  atau Posdaya.

Bantuan pinjaman modal yang diberikan memang tidak terlalu besar, hanya kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp 5.000.000 per orang. Namun, bantuan pinjaman modla tersebut juga disertai dengan edukasi dan pendampingan, supaya penerima bantuan pinjaman modal bisa memajukan usahanya.

“Jadi kita tidak asal memberikan bantuan pinjaman modal saja, tetapi juga mendampingi dan mengarahkan supaya pelaku UMKM bisa maju dan berkembang. Penerima bantuan pinjaman modal juga kita seleksi, dari mulai jenis usahanya sampai karakter orangnya,” jelasnya.

Lihat juga...