Pembentukan Kelompok Pembudi Daya Rumput Laut, Mudahkan Penjualan Panen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Keberadaan kelompok pembudi daya rumput laut dan kerang hijau membantu nelayan budidaya.

Sanuri, pembudi daya rumput laut putih (euchema spinosum) menyebut, kelompok pembudi daya rumput laut Sinar Semendo jadi wadah bagi nelayan pembudi daya rumput laut dan kerang hijau. Kelompok memudahkannya dalam sistem belajar, pola budi daya hingga distribusi.

Sebelumnya nelayan budi daya di wilayah tersebut sempat mengembangkan rumput laut merah (euchema cottonii). Kondisi perairan yang cocok untuk rumput putih alam membuat nelayan memilih jenis euchema spinsosum. Ia memperoleh bibit awal dari kelompok yang dibeli dari balai besar perikanan budi daya Lampung. Bibit dikembangkan untuk anggota kelompok lain.

Sebagai bahan keragenan (pengental) yang diekstraksi dari rumput laut, permintaan komoditas tersebut stabil. Pengepul akan melakukan pembelian dari kelompok setelah kuota terpenuhi rata-rata 2 ton sekali pengiriman. Dipanen saat usia mencapai usia 60 hari. Namun untuk kebutuhan bibit, pemanenan bisa dilakukan saat usia 25-30 hari.

“Produksi rumput laut dipengaruhi oleh kerapatan bibit dan juga kondisi cuaca karena semakin baik kondisi perairan maka hasil panen dari jalur yang telah disiapkan akan semakin meningkat. Jika cuaca kurang baik kerusakan berpotensi mengurangi produksi,” terang Sanuri saat ditemui Cendana News, Senin (9/11/2020).

Pembentukan kelompok sebut Sanuri memberinya kesempatan untuk belajar. Sebab selama ini pembudi daya kerap belum memenuhi standar kualitas yang diinginkan oleh industri pengolah antara lain mencakup umur panen, perlakuan panen hingga pasca panen. Teknis budi daya rumput laut sebutnya, diperoleh melalui pelatihan dalam kelompok hingga anggota bisa mandiri.

Proses penanaman rumput laut memakai jalur tambang dirangkai dalam sejumlah tonggak bambu dan kayu. Total luasan budi daya rumput laut di pantai Legundi Kecamatan Ketapang sebutnya, bisa mencapai lima hektare lebih. Dalam sekali panen secara bertahap ia bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram hingga satu ton rumput laut basah.

“Saat panen dilakukan pagi hari terutama dalam kondisi cuaca cerah sehingga pengeringan mudah dilakukan untuk kualitas yang dihasilkan maksimal,” cetusnya.

Pengurangan kadar air akan bertujuan meminimalisir kerusakan dalam penyimpanan. Kelompok Sinar Semendo sebutnya memiliki gudang khusus yang digunakan untuk stok. Saat pengepul akan mengambil hasil panen merupakan kumpulan dari sejumlah pembudi daya di wilayah tersebut. Rumput laut disimpan dalam wadah kedap udara agar lebih awet.

Amran Hadi, ketua kelompok pembudi daya rumput laut Sinar Semendo menyebut, pembudi daya sangat terbantu. Pembudi daya akan lebih mudah mengumpulkan hasil panen untuk dijual.

Amran Hadi, ketua kelompok pembudi daya rumput laut dan kerang hijau Sinar Semendo di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menimbang hasil panen, Senin (9/11/2020) – Foto: Henk Widi

Hasil panen rumput laut jenis spinosum sebutnya dijual dengan harga mulai Rp10.000 per kilogram. Jenis tersebut kerap digunakan untuk pembuatan agar-agar dan es buah.

“Panen rumput laut butuh proses pengeringan selama beberapa hari selanjutnya akan disimpan,” terangnya.

Kuota permintaan rumput laut dari sejumlah pengepul sebutnya cukup tinggi. Permintaan berasal dari sejumlah pabrik pembuatan agar-agar dan bahan kosmetik.

Sekali permintaan untuk pabrik ia menyebut bisa mengirim sebanyak 2 ton. Memanfaatkan kelompok nelayan budi daya puluhan nelayan lebih mudah menjual hasil panen.

Lihat juga...