Pemerintah Klaim Sudah Sediakan Paket Lengkap Bantu UMKM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menegaskan bahwa UMKM adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Pasalnya, 99 persen bentuk usaha yang ada di Indonesia adalah UMKM.

“Jumlah UMKM kita sekitar 64 juta. Sangat besar dan berpengaruh bagi ekonomi nasional. Karena itu pulalah, di dalam program pemulihan ekonomi, pemerintah memberikan sederet bantuan lengkap untuk mendukung UMKM,” terang Menkeu dalam Bodjang Festival 2020, yang dihelat virtual, Selasa (3/11/2020).

Pemerintah, kata Menkeu telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk subsidi bunga UMKM Rp114,8 triliun. Dengan demikian, UMKM yang mempunyai pinjaman di lembaga keuangan ataupun bank, tidak perlu membayar bunga setinggi seperti sebelum Covid-19 melanda.

“Jadi sejak mobilitas masyarakat dibatasi akibat Covid-19, pemerintah sadar ekonomi pun tidak bergerak. Kami memberikan subsidi bunga beserta restrukturisasi kredit agar UMKM tidak lumpuh total,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menerangkan bahwa selain subsidi bunga untuk UMKM, ada juga bantuan yang disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun yang melalui Ultra Mikro (UMi), dimana mereka dibebaskan dari beban bunganya.

“Pemerintah juga menempatkan dana hampir Rp67 triliun pada bank Himbara yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, serta bank daerah, BPD dan juga bank syariah dengan suku bunga yang sangat kecil yaitu 2,6 persen. Sehingga, harapannya bank-bank tersebut bisa menyalurkan dana dengan bunga murah kepada seluruh dunia usaha yang sekarang mengalami tekanan,” tandasnya.

Tidak berhenti di situ, bantuan pemerintah pada sektor usaha juga dilakukan dalam bentuk jaminan untuk pinjaman modal kerja. Lalu, semua usaha kecil menengah dibebaskan pajaknya atau pajaknya ditanggung pemerintah.

“Bantuan pembiayaan juga diberikan pemerintah pada Lembaga Dana Pengelola Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) sebesar Rp1,2 triliun,” tukasnya.

Dan yang terakhir, Menkeu menuturkan bahwa pemerintah juga memberikan bantuan sosial produktif yang alokasi anggarannya mencapai Rp28,8 triliun untuk 12 juta usaha kecil mikro. Masing-masing usaha mikro diberikan bantuan sebesar Rp2,4 juta yang ditransfer langsung ke nomor rekening mereka.

“Jadi, ini seluruhnya adalah upaya pemerintah agar masyarakat tidak hanya masih bisa bertahan tetapi juga bisa pulih. Sehingga, masyarakat masih bisa terus melakukan aktivitas (usahanya). Karena ini adalah salah satu cara kita untuk menghadapi Covid-19, yaitu tidak boleh diam dan kemudian menyerah,” tegas Menkeu.

Di samping itu, berdasarkan laporan Direktorat Jendereal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, realisasi penyaluran bantuan UMKM hingga akhir Oktorber 2020 telah mencapai Rp41 triliun.

Anggaran tersebut terbagi ke dalam tiga klsster, pertama, Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp21,97 triliun yang telah disalurkan kepada 9,15 juta pelaku usaha mikro.

Kemudian, kedua adalah realisasi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp1,69 triliun. Dan subsidi bunga Non-Kur terealisasi sebesar Rp2,21 triliun.

Kemudian yang ketiga adalah bantuan subsidi upah atau gaji sebesar Rp14,88 triliun yang tersalurkan untuk 12,40 juta pekerja atau buruh.

“Dampak pandemi yang turut dirasakan oleh UMKM menjadi perhatian pemerintah. Inilah sederet bantuan yang kami berikan untuk melindungi UMKM, mempertahankan serta meningkatkan kemampuan mereka. Kita berharap, setelah pandemi ini, UMKM kembali rebound dan ikut mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Dirjen Perbendaharaan, Andin Hadiyanto.

Lihat juga...