Pemkab Landak Optimalkan Pengawasan Pilkada di Kawasan Perbatasan

PONTIANAK  – Pemerintah Kabupaten Landak melakukan pengawasan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Walaupun Kabupaten Landak tidak melaksanakan Pilkada tahun ini, tetapi kabupaten tetangga yang berbatasan dengan Kabupaten Landak yaitu Kabupaten Bengkayang yang melaksanakan pemilihan kepala daerah. Untuk itu perlu juga dilakukan persiapan untuk meningkatkan pengawasan di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang tersebut saat pelaksanaan pilkada nantinya,” kata Bupati Landak, Karolin Margret Natasa di Ngabang, Kamis.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Bengkayang berbatasan langsung dengan dua kecamatan di Kabupaten Landak, yaitu Kecamatan Banyuke Hulu dan Kecamatan Air Besar serta berbatasan juga dengan beberapa desa, sehingga perlu dilakukan antisipasi berbagai potensi pelanggaran.

“Tentu dari pemerintah kita harus mengantisipasi apa saja yang mungkin bisa terjadi, mulai dari pelanggaran pemilu administrasi pemilih. Pilkada di Bengkayang, yang nyoblos orang Landak, bisa saja itu terjadi,” tuturnya.

Sebagai Kepala Daerah, Karolin tidak ingin masyarakatnya di kemudian hari terjerat kasus hukum yang berkaitan dengan pilkada di wilayah lain.

“Saya tidak ingin masyarakat kita bermasalah dengan hukum. Oleh karena itu, sosialisasi dan imbauan harus kita lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah, mengungkapkan, potensi pelanggaran memang tidak hanya pada wilayah yang melaksanakan pilkada, tetapi juga bisa terjadi di batas wilayah tempat dilaksanakannya pilkada tersebut sehingga fokusnya memang di batas wilayah.

“Pelanggaran ini bisa terjadi di lokasi yang melaksanakan pilkada, bisa juga di luar lokasi pilkada, karena luasnya wilayah jadi fokusnya di perbatasan saja,” katanya. (Ant)

Lihat juga...