Pemuda Asal Pariaman Berhasil Produksi Beras Lamak

Editor: Makmun Hidayat

PARIAMAN — Apa yang dilakukan sosok anak muda dari Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang satu ini, inspiratif bagi generasi milenial. Namanya Jupriman. Ia telah berhasil memproduksi beras yang dikenal dengan Beras Lamak (enak).

Jupriman menjelaskan produk beras itu dilahirkan melalui unit usaha di Koperasi Pariaman Agro Mandiri. Beras itu diperoleh dari hasil panen dari anggota koperasi tersebut.

“Alasan menghadirkan beras brand Lamak itu, upaya membantu penjualan beras dari hasil panen koperasi. Sehingga dapat menampung hasil panen, dan memberikan keuntungan bagi pihak petani sebagai anggota maupun bagi pihak koperasi yang menjual beras itu,” katanya, Selasa (10/11/2020).

Dia menyebutkan selama ini koperasi menampung hasil padi dari anggota. Kini dengan adanya unit usaha itu, koperasi pun turut menjual beras dari hasil panen itu.

Diakuinya dengan adanya pembentukan Unit Usaha Koperasi ini juga dalam upaya peningkatan pendapatan petani dari kegiatan usaha tani padi. Di mana mereka sering menghadapi kendala dalam penyediaan modal, pengadaan sarana produksi pupuk dan penjualan hasil.

“Petani sering mengakses modal melalui pengusaha penggiling padi, pedagang sarana produksi, atau petani kaya pemilik modal,” ujarnya.

Keterikatan petani dengan penyedia modal berlanjut terus sampai pada penjualan hasil panen, di mana utang dibayar dengan hasil padi.

“Jadi berlatar belakang itulah kami menggagas untuk membuat Koperasi bagi petani padi yang ada di Kota Pariaman,” ujarnya.

Bila diperhitungkan, harga pupuk lebih tinggi dan harga padi lebih rendah dari harga pasar lokal. Sistem yang menyulitkan petani ini berakibat tingginya biaya modal yang dibayar oleh petani.

Menurutnya keberadaan koperasi yang dikelola secara profesional di sentra produksi padi dapat merupakan suatu upaya membantu petani dalam penyediaan modal dengan biaya rendah.

“Sehingga kita bisa menjual beras ke masyarakat dengan harga yang tinggi, tanpa ada perantara lagi,” ungkapnya.

Jupriman yang juga berasal dari keluarga petani ini, merasakan betul bagaimana rasanya jadi petani. Untuk itu besar harapan adanya unit usaha tersebut.

Dengan berkoperasi, kata Jupriman, rantai distribusi bisa dipangkas sehingga harga padi di tingkat petani bisa meningkat. Koperasi juga bisa melakukan pengadaan pupuk bagi petani, serta melakukan pemasaran produk yang dihasilkan.

“Apalagi jika yang dibentuk adalah koperasi produksi, akan membuat produk padi yang dihasilkan berkualitas dan bernilai tambah tinggi,” tuturnya.

“Dari sawah anggota koperasi, kita mempunyai sawah lebih kurang 7 hektar, dan pembentukan Unit Usaha Koperasi ini telah kita mulai di pertengahan tahun 2019 yang lalu, cuma untuk realisasi dan kesiapan brand lokal Lamak ini baru kita luncurkan di bulan Oktober 2020 kemarin,” tugasnya.

Lebih lanjut Jupriman yang asli warga Kota Pariaman ini juga mengatakan mengapa memilih brand lokal berasnya dengan Lamak, karena Lamak dalam arti bahasa Indonesia adalah enak, dan beras dari Kota Pariaman ini memang terkenal enak.

Ia berharap brand lokal beras Lamak yang diproduksi di Kota Pariaman ini, dapat bersaing dengan brand beras lainya yang sudah lebih dulu ada.

“Beras kita tidak kalah enak dari beras lainya, karena itu kalau mau beras yang enak, ya beli beras Lamak,” tutupnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyambut baik adanya terobosan dari anak muda tersebut. Ia pun berharap banyak dengan adanya unit usaha dari koperasi dimaksud.

“Saya berharap nantinya hasil panen yang jadi anggota koperasi bisa lebih baik lagi, karena hasil panennya itu sudah yang menampung dan bahkan dijual dalam bentuk beras,” jelasnya.

Mardison menyatakan ada baiknya bagi koperasi lainnya melakukan inovasi yang dapat membantu anggotanya. Apalagi dalam kondisi pandemi ini, kebangkitan ekonomi rakyat adalah hal yang terpenting.

“Tentunya kita mendukung inovasi seperti itu. Apalagi yang memiliki ide itu anak muda. Sepertinya Pariaman memiliki anak muda yang kreatif,” sebutnya.

Lihat juga...