Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo Untungkan Petani

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Penanaman padi dengan sistem jajar legowo mempunyai banyak keuntungan bagi petani. Antara lain untuk penyiangan dan pemupukan lebih mudah, serta pertumbuhan gulma atau pun hama lebih bisa dikontrol.

Penyuluh pertanian di Kabupaten Purbalingga, Ika Septi Pratiwi mengatakan, sistem jajar legowo adalah suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektare. Penerapan jajar legowo selain meningkatkan populasi pertanaman, juga mampu dapat berfotosintesa lebih baik.

Penyuluh pertanian Kabupaten Purbalingga, Ika Septi Pratiwi dijumpai di Desa Adiarsa, Kecamatan Kertanegara, Senin (16/11/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Banyak keuntungan yang diperoleh petani jika menerapkan sistem jajar legowo ini, karena itu kami mendorong para petani untuk menerapkan metode tanam tersebut, salah satunya pada Kelompok Tani Ngudi Rahayu di Desa Adiarsa Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga,” katanya, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut Ika Septi menjelaskan, populasi tanaman merupakan salah satu faktor penentu hasil yang dapat dicapai ketika panen padi. Kondisi tanaman padi dengan jarak tanam lebar dan cukup hara serta air, merupakan modal awal yang bagus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk mendukung pola penanaman jajar legowo, lanjutnya, bisa menggunakan alat mesin tanam atau rice transplater yang sekarang sudah tersedia model jajar legowo 2 – 1.

“Beberapa kelompok tani di Kabupaten Purbalingga sudah menerapkan jajar legowo ini, namun kita masih harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petani, supaya jajar legowo semakin banyak diterapkan, karena sangat banyak keuntungan yang diperoleh petani,” terangnya.

Sementara itu, salah satu petani di Desa Adiarsa Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Purwanto mengatakan, ia sudah delapan kali menanam padi dengan model jajar legowo 4-1.

Menurutnya, keuntungan yang diperoleh berlipat-lipat, pertama untuk penyiangan dan pemupukan lebih mudah dan dipastikan bisa langsung sampai ke akar tanaman. Pertumbuhan gulma di sela tanaman juga lebih mudah terpantau dan dapat segera diatasi.

“Jarak antara tanaman padi sekitar 25 sentimeter, sehingga memberikan ruang untuk sinar matahari bisa masuk dan pertumbuhan juga lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, tanaman tepi di sekitar area sawah juga bertambah banyak, karena ruang untuk tumbuh bertambah. Tanaman tepi yang dimaksud oleh Purwanto adalah beberapa tanaman sayuran yang ditanam di tepi area lahan pertanian. Seperti kacang panjang, cabai dan lainnya.

Bertambah banyaknya tanaman tepi ini, secara otomatis juga akan meningkatkan produksi hasil pertanian dan menambah penghasilan petani.

Lihat juga...