Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Pemkab Batang Rp7,4 Miliar

Petani merawat tanaman tembakau jenis kemloko di persawahan Desa Ketitang, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). ANTARA

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di 2020 ini mendapatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp7,4 miliar.

Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, DBHCHT merupakan sumber pendapatan daerah, yang penggunaannya untuk penanganan aspek kesehatan sebesar 50 persen dan sisanya untuk pembangunan infrastruktur. “Saya berharap dana ini dapat dioptimalkan untuk penanganan aspek kesehatan di masyarakat khususnya pada masalah stunting dan bebas buang air besar sembarangan (open defecation free),” katanya, Kamis (19/11/2020).

Adapun terkait adanya program Gempur Rokok Ilegal, Suyono mengingatkan, pelaku usaha untuk tidak menjual atau memproduksi rokok tanpa cukai. Sebagai solusinya, pemkab akan menjembatani pelaku usaha rokokm untuk mendapatkan legalitas usahanya untuk meningkatkan bisnisnya.

Wakil Bupati Batang, Suyono – Foto Ant

“Saya berharap dinas terkait bisa memberikan edukasi pada pelaku usaha, jangan sampai dibubarkan usahanya tetapi perlu didorong untuk mendapat legalitas usahanya,” tandasnya.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batang, Windu Suriadji mengatakan, penerimaan DBHCHT yang diterima oleh pemkab setiap tahunnya cenderung meningkat. “Alhamdulilah setiap tahun DBHCHT Kabupaten Batang selalu meningkat. Pada 2020, kita mendapatkan Rp7.4 milliar,” katanya.

Menurutnya, DBHCHT tersebut akan dialokasikan ke setiap kecamatan sebesar Rp25juta. Peruntukannya adalah, untuk sosialisasi meningkatkan aspek kesehatan, seperti kasus pertumbuhan tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama (stunting) dan bebas buang air besar sembarangan. “Alokasi tersebut berdasarkan regulasi PMK Nomor 07/PMK.07/2020, disebutkan dana hasil bagi cukai 50 persen akan digunakan untuk bidang kesehatan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...