Lebaran CDN

Pengelola Kopi di Bali Optimistis dengan Peningkatan Pemasaran

Proses pemilihan biji kopi agar tidak ada yang cacat, Pupuan Tabanan, Jumat (20/11/2020) – Foto Ant

DENPASAR – Salah satu pengelola kopi di Bali, Gede Suarsa, mengaku optimistis mampu meningkatkan pemasaran. Tidak hanya pemasaran di wilayah Bali, tetapi hingga ke beberapa provinsi di Indonesia.

Situasi pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, tidak mengurangi rasa optimistis tersebut. “Kopi yang kami kelola bernama Kopi 88, ada kopi jenis Arabika dan Robusta. Kopi 88 diproses dengan sangat teliti agar tidak ada yang rusak. Kami bekerja sama juga dengan petani kopi di wilayah Pupuan, Tabanan,” kata Gede Suarsa, di Denpasar, Sabtu (21/11/2020).

Meski di saat pandemi, Gede Suarsa tetap akan meningkatkan pemasaran, tidak hanya sebagai produk lokal Bali. “Citra rasa Kopi 88 berbeda dari yang lain. Kami mengajak pecinta kopi agar tidak salah dalam memilih kopi. Kopi ini banyak dicari juga untuk menyembuhkan penyakit kanker dan sebagainya,” jelasnya.

Selama hampir satu tahun mengolah kopi, Gede Suarsa mengaku telah mendapatkan bantuan dua kali dari pemerintah. Bantuan diterima sebagai pelaku UMKM. Hal itu sekaligus menjadi kesempatan, untuk memotivasi agar mampu menjadikan kopi Bali semakin berkualitas.

Dan kopi bali bisa menjadi komoditas yang berdaya saing internasional. “Pemasaran kopi Bali saat ini tidak hanya di wilayah Bali saja, tetapi juga menyasar wilayah Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Lombok, Makassar,” ungkapnya.

Tujuan pengiriman dimanfaatkan untuk kegiatan bakti sosial, dan kegiatan pemerintah lainnya, tanpa menampilkan label dari kopi tersebut. “Saat pandemi ini, rata-rata omset kami mencapai Rp10 juta dengan jumlah pengiriman dari 20 hingga 200 kilogram,” ungkapnya.

Adapun proses produksi Kopi Bali (robusta dan arabika) yaitu, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan pohon kopi dengan baik, memetik biji pilihan yaitu buah yang sudah merah. Untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi, proses pengolahan juga membutuhkan waktu lama. Namun hal itu akan setimpal dengan harga jual yang juga akan semakin tinggi. Proses pengeringan dengan sinar matahari langsung, pemilihan biji kopi lalu disangrai dengan suhu antara 90 sampai 95 derajat celcius untuk mendapatkan aroma dan cita rasa tinggi, harus dilalui. (Ant)

Lihat juga...