Penjualan Pakaian Bekas Mulai Marak di Pasar Alok

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Penjualan pakaian bekas atau kerap disebut rombengan dan aneka asesoris baik tas maupun sepatu yang dijual di Pasar Alok, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menggeliat setelah aktivitas pasar tradisional kembali ramai.

Selain menempati lapak-lapak yang disewakan pemerintah di areal pasar, setiap hari Selasa yang merupakan hari pasar mingguan dan hari libur atau hari Minggu, penjual pakaian bekas banyak yang menggelar dagangan mereka di beberapa areal tanah kosong di pasar ini.

“Setiap hari Selasa dan Minggu, saya selalu menggelar dagangan di dekat los sayuran dengan membuat tenda dari terpal,” kata Samsuri, salah seorang penjual pakaian bekas yang ditemui Cendana News di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (10/11/2020).

Samsuri mengatakan, sejak bulan Agustus 2020 dirinya mulai menjual pakaian bekas kembali setelah sebelumnya aktivitas pasar sepi akibat merebaknya pandemi Corona.

Ia mengaku, menjual  pakaian bekas dengan harga Rp5 ribu per pakaian untuk anak-anak dan Rp10 ribu per pakaian untuk orang dewasa, sedangkan yang lebih bagus dijual seharga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per pakaian.

“Untuk celana pendek dan celana panjang buat anak-anak dan orang dewasa saya jual berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per biji. Kalau celana panjang dewasa Rp50 ribu per celana yang kualitasnya bagus,” ungkapnya.

Hamdani salah seorang penjual lainnya mengaku, sejak bulan September 2020 mulai menggelar dagangan setiap hari di pasar Wuring setelah aktivitas pasar mulai ramai diserbu pembeli.

Dirinya mengaku, dalam sehari bisa mengantongi pendapatan hingga Rp200 ribu karena berjualan sejak sore hari. Sementara kalau di Pasar Alok setiap Selasa dan Minggu berjualan sejak pagi jam 6 hingga siang jam 12 bisa mengantongi pendapatan Rp500 ribu.

“Penjualan di Pasar Alok lebih bagus karena banyak pembeli yang datang apalagi setiap hari Selasa. Kadang sehari bisa mengantongi pendapatan Rp1 juta kalau pasar lagi ramai pembeli,” tuturnya.

Salah seorang warga Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Frans Juking Lewuk, yang biasa membeli sepatu dan pakaian bekas di Pasar Alok Maumere mengaku, sering berbelanja pakaian bekas dan sepatu karena kualitasnya bagus dan harganya tergolong murah.

Warga Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, Frans Juking Lewuk yang selalu membeli pakaian bekas saat ditemui di Pasar Alok, Maumere, Selasa (10/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Juking sapaannya mengaku, banyak warga di Kota Maumere dan di kecamatan pun sering membeli pakaian bekas untuk dipakai di rumah atau bekerja. Karena kualitasnya bagus. Apalagi saat pandemi Corona pendapatan masyarakat menurun.

“Saya selalu membeli pakaian dan sepatu di lapak-lapak pakaian bekas di Pasar Alok, Maumere karena harga jualnya murah dan kualitasnya bagus. Saat pandemi Corona ini kami warga desa pendapatan juga menurun. Karena harga jual komoditi perkebunan menurun,” ucapnya.

Lihat juga...