Persib Bandung Buka Akademi Sepak Bola di Pati Jawa Tengah

Tim sepak bola Persib Bandung menyelesaikan porsi latihan di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Persib Bandung, secara resmi telah membuka akademi sepak bola baru di luar Jawa Barat. Sekolah tersebut dibuka di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai bagian dari investasi pemain muda untuk klub di masa mendatang.

Pembukaan cabang akademi itu telah diresmikan pada Sabtu (28/11/2020). Dengan begitu, fokus Persib bukan hanya mencetak produk asli Jawa Barat semata, namun telah menginvasi wilayah lainnya. “Kami tidak hanya membina anak-anak muda yang berasal dari Bandung atau Jawa barat, tapi juga seluruh Indonesia. Saya bersyukur Pati punya antusiasme besar untuk itu. Jadi, mari berbagi dan berdiskusi dalam membina anak-anak ini,” ujar Direktur Akademi Persib, Yoyo S. Adiredja, Minggu (29/11/2020).

Akademi, yang terletak di Desa Tambaharjo tersebut telah memiliki lapangan, dengan luasan mengikuti standar internasional. Tak tanggung-tanggung, nantinya akademi akan memiliki mess yang siap menampung 60 siswa.

Seperti akademi pada umumnya, manajemen Persib Bandung juga telah memiliki kurikulum yang terukur, dalam pengembangan potensi pemain muda. “Saya bersyukur Pati sudah punya lapangan seperti ini. Kalau di Bandung rasanya sulit karena terlalu banyak peminat. Siswanya sudah ada, lapangan dan kurikulum-pun sudah ada. Tinggal jalankan saja. Semoga akan ada pemain Liga 1 yang berasa dari sini di masa mendatang,” tandasnya.

Manajer Akademi Persib cabang Pati, Dwi Ariyanto mengatakan, latar belakang kerja sama dengan akademi Persib adalah, Pati memiliki potensi besar menghasilkan pemain-pemain berkualitas. Namun karena keterbatasan satu hal dengan yang lainnya, potensi anak-anak muda di Pati sulit untuk bergerak lebih jauh.

Dengan adanya akademi tersebut, diharapkan bisa mewujudkan impian anak-anak Pati. Akademi Persib Pati saat ini baru memiliki 21 siswa. Mereka merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar Desa Tambaharjo. “Saya mengerti sepak bola Pati memiliki banyak bakat. Tapi karena terbatas biaya, saya harus buat inovasi. Dengan Akademi Persib, saya ingin menonjolkan bagaimana cara mendidik anak-anak karena Persib adalah tolak ukur pembinaan sepakbola nasional,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...