Pertumbuhan Sektor Wisata di Tengah Pandemi, Butuh Dukungan Media

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Peningkatan angka positif Covid-19 yang terjadi hampir di semua daerah, termasuk di Kabupaten Banyumas, sangat berdampak terhadap sektor pariwisata yang baru mulai bangkit. Karenanya, sangat dibutuhkan peran media untuk memberikan informasi yang lengkap dan berimbang, demi pertumbuhan sektor pariwisata.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, objek wisata sudah mulai banyak yang dibuka, namun sepanjang bulan November ini, ada pukulan kembali dengan meningkatnya angka positif Covid-19.

“Saya berharap, media bisa membantu dalam pemberitaan yang menyuguhkan informasi secara lengkap. Memang benar kasus positif Covid-19 meningkat, namun objek wisata juga sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi pengunjung. Informasi tentang penerapan protokol kesehatan juga harus dikedepankan, sebagai informasi yang harus diketahui publik,” kata Bupati, Minggu (22/11/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Minggu (22/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Husein mencontohkan beberapa tempat wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan. Seperti di Taman Hiburan Rakyat (THR) Pangsar Soedirman yang berada di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Semua pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian ada pengukuran suhu tubuh serta physical distancing sangat dijaga.

“Informasi seputar pariwisata di tengah pandemi Covid-19, jangan sampai membuat wisatawan takut untuk berkunjung. Tetapi jangan pula memaparkan fakta yang tidak benar, sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Wisatawan membutuhkan informasi yang akurat, terutama tentang penerapan protokol kesehatan, sehingga mereka menjadi tidak khawatir untuk berkunjung ke objek wisata,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Wakhyono mengatakan, masing-masing onjek wisata di Kabupaten Banyumas sudah diinstruksikan untuk membentuk tim gugus tugas mandiri.

Tim gugus tugas mandiri mempunyai tugas,  antara lain untuk memantau penggunaan masker secara benar dari seluruh pengunjung, kemudian memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh serta penerapan physical distancing.

Terkait jaga jarak tersebut, untuk objek wisata sudah ada ketentuan pembatasan jumlah pengunjung yang harus dipatuhi. Sedangkan untuk rumah makan dan restoran hanya diwajibkan untuk menerapkan pengaturan jarak.

“Dengan ketatnya aturan protokol kesehatan tersebut, maka sebenarnya wisatawan tidak perlu khawatir lagi untuk berkunjung. Namun, peningkatan angka positif Covid-19 mau tidak mau memang membawa pengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Terlebih untuk objek wisata kolam renang yang baru mulai dibuka pada awal bulan November ini. Penambahan angka positif Covid-19 selama bulan November yang sudah mencapai 490 orang ini, sangat memukul wisata kolam renang.

Lihat juga...