Petani di Lamongan Diminta Waspadai Anomali Iklim La Nina

LAMONGAN  – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Catur Hermanto, mengingatkan petani di Kabupaten Lamongan agar mewaspadai anomali iklim La Nina yang dapat berdampak pada awal musim hujan tahun 2020/2021 sejak awal November.

“Anomali iklim La Nina juga membuat curah hujan di atas normal dengan intensitas yang tinggi, dan deret hujan yang lebih panjang akan berpotensi bencana hidrometeorologi,” kata Catur dalam acara Temu Wicara Kontak Tani Tingkat Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Kamis.

Namun demikian, Catur meminta petani tidak perlu khawatir, dan merekomendasikan gerakan panen air hujan lebih dini dan penyesuaian Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT), serta Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dengan merujuk kondisi musim hujan.

Catur dalam kesempatan yang sama mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lamongan atas perhatiannya yang sangat besar terhadap bidang pertanian.

“Lamongan ini luar biasa, perhatiannya pada bidang pertanian sangatlah besar, produktivitas padi nasional saja baru 5,35 ton per hektare, di Lamongan sudah 7,57 ton per hektare, apalagi jagungnya yang sudah mencapai lebih dari 9 ton per hektare,” kata Catur.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Fadeli yang hadir membuka acara mengungkapkan, saat ini adalah momentum yang baik di tengah pandemi, sebab bidang pertanian, peternakan dan perikanan tidak terpengaruh cukup besar akibat COVID-19.

“PDRB Kabupaten Lamongan masih didominasi oleh sektor pertanian. Ini berdampak baik di masa pandemi seperti ini. Apalagi sebelumnya kami telah berusaha meningkatkan produksi tanaman pangan yakni padi dan jagung yang produktivitasnya di atas rata-rata nasional,” katanya.

Namun demikian, Fadeli meminta agar tidak boleh berhenti sampai di sini, dan berharap melalui acara ini bisa meningkatkan wawasan petani Lamongan serta meningkatkan kemampuan berorganisasi serta kelembagaan sehingga dapat melakukan berbagai inovasi di bidang pertanian,” tuturnya.

Temu Wicara Kontak Tani dihadiri oleh 150 kelompok tani se-Kabupaten Lamongan, dan dalam acara itu  Bupati Fadeli memberikan kepada kelompok tani alat pascapanen dan power treser multiguna, asuransi usaha tani padi (AUTP) yang difasilitasi oleh PT Jasindo, benih jagung, alat perajang tembakau dan kendaraan bermotor roda tiga. (Ant)

Lihat juga...