Petani Lamsel Pasrah Harga Jual Buah Melon Anjlok

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah petani buah melon di Lampung Selatan mengaku pasrah dengan anjloknya harga jual. Pada siklus sebelumnya bisa mencapai lebih dari Rp10.000 per kilogram, namun masa tanam semester kedua tahun ini hanya berkisar Rp8.000 per kilogram.

Sarehfudin, petani melon jenis rock melon atau melon kuning di Desa Lebung Nala, Kecamatan Ketapang menyebutkan,  faktor anjloknya harga buah melon imbas daya beli masyarakat rendah. Pembatasan kegiatan acara pernikahan, pesta dan tutupnya sejumlah restoran dan usaha kuliner jadi penyebab utamanya.

“Bagi petani saat ini banjir hasil panen buah melon namun pembuangan atau distribusi barang sedikit terhambat karena masa pandemi Covid-19, sehingga membuat harga pada level petani anjlok. Daripada membusuk di kebun lebih baik dijual murah,” terang Sarehfudin saat ditemui Cendana News, Kamis (19/11/2020).

Harga yang rendah sebutnya berimbas kerugian sebab budidaya buah melon membutuhkan modal besar. Proses penyiapan lahan, mulsa plastik, tonggak dan obat obatan yang dikeluarkan bisa ditutupi dari hasil panen. Namun imbas harga anjlok ia memastikan keuntungan yang diperoleh lebih kecil.

Secara kalkukasi ia menyebut dari sebanyak 5 ton buah melon seharga Rp8.000 ia masih bisa mendapat hasil Rp40juta. Sebelumnya saat harga Rp10.000 ia bisa mendapat hasil Rp50juta. Dikurangi sejumlah biaya modal, operasional perawatan hingga paska panen ia masih bisa mendapat keuntungan meski menipis.

“Kami pasrah sebab selama Covid-19 stimulan bantuan bagi petani juga tidak ada,” bebernya.

Novita, pembudidaya melon alina di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan saat ditemui, Kamis (18/11/2020). Foto: Henk Widi

Petani melon lain, Novita di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan juga mengeluh anjloknya harga. Sebelumnya harga melon jenis alina bisa mencapai Rp9.000 kini hanya Rp5.000 per kilogram. Menanam sekitar setengah hektare dengan 500 tanaman ia bisa memanen secara bertahap sekitar 6 ton. Satu kali panen dikirim ke Bogor sebanyak dua ton.

“Petani melon kerap mengandalkan harga jual tinggi agar bisa mendapat untung, namun jika harga anjlok akan merugi,”cetusnya.

Novita menyebut sebagai cara mengurangi kerugian sistem tumpang sari dilakukan. Saat melon selesai dipanen pada mulsa plastik telah disiapkan budidaya cabai dan tomat. Dari kedua jenis tanaman tersebut bisa dipergunakan untuk menekan biaya operasional. Sebab kebutuhan tenaga kerja dan juga operasional lain cukup tinggi.

Penanaman buah melon sebutnya masuk siklus terakhir sebab kondisi cuaca masuk musim penghujan. Penanaman buah melon yang cocok dilakukan saat musim kemarau sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Seiring tibanya penghujan permintaan melon yang berkurang berpengaruh pada harga jual yang anjlok pada level petani.

Lihat juga...