Petani Tebu di Jatim Masih Terkendala Permodalan 

ilustrasi - Lahan perkebunan tebu. ANTARA

SURABAYA – Petani tebu di kawasan Jawa Timur, hingga saat ini masih terkendala persoalan permodalan. Hal tersebut yang direspon PT Perkebunan Nusantara XI, dengan melakukan fasilitasi bantuan permodalan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Direktur PTPN XI, R Tulus Panduwidjaja mengatakan, sejak dihapuskannya program Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) beberapa tahun lalu, petani tebu hanya mengandalkan permodalan dari KUR. “Kami menggandeng beberapa BUMN untuk turut mendukung program ini, sehingga petani mampu menggarap kebun sesuai jadwal sehingga produktivitas tebu optimal, dan diharapkan bisa meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Tulus.

Dalam program tersebut, dilakukan survei kelayakan selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis di wilayah Madiun, Magetan dan Ngawi. Dalam hal ini PTPN XI bersinergi dengan PT Jasa Marga (Persero) dan PT Askrindo. “Sinergi BUMN ini bukan kali pertama kami lakukan untuk membantu sektor perkebunan, sebelumnya beberapa BUMN juga mendukung program PKBL, di antaranya PT Pertamina (Persero), Perum Peruri, dan PT Biofarma (Persero),” katanya.

Sekretaris Perusahaan yang membawahi program PKBL PTPN XI, Mochammad Sholeh Kusuma mengatakan, dari sinergi dengan Jasa Marga, akan disalurkan bantuan modal Rp15 miliar. Sasarannya petani mitra di Pabrik Gula Pagottan.

Sedangkan dengan Askrindo disalurkan sebesar Rp11,4 miliar, dengan sasaran petani mitra di Pabrik Gula Redjosarie dan Poerwodadie. “Sinergi dengan Jasa Marga kami berikan untuk 105 petani PG Pagottan, total pendanaan sebesar Rp15 Miliar untuk masa tanam 2020/2021. Atau meningkat dibandingkan masa tanam 2019/2020 yang hanya sebesar Rp10 miliar. Sedangkan Askrindo diperuntukkan bagi 85 petani mitra di PG Redjosarie dan Poerwodadie,” jelasnya.

Salah satu petani mitra PG Pagottan, Mujiono, mengaku bersyukur dengan program PKBL PTPN XI. Bantuan permodalan yang diterima, sangat membantu untuk menjalani masa tanam 2020/2021. “Masalah permodalan untuk biaya kebun menjadi kendala kami, sedangkan banyak petani yang belum bisa memenuhi syarat kredit bank, sebagian ambil kredit KUR. Oleh karena itu, kami berterima kasih sudah diikutkan program PKBL dari PTPN XI,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...