Petirtaan Kuno di Gunung Klotok Kediri Mulai Dieskavasi

Petugas saat melakukan ekskavasi di lokasi penemuan patirtan kuno tepatnya di areal Gunung Klotok (536 meter di atas permukaan laut), Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (25/11/2020) – Foto Ant

KEDIRI – Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto, Jawa Timur, mulai melakukan ekskavasi patirtan kuno yang berada di areal Gunung Klotok (536 meter di atas permukaan laut), Kota Kediri.

Arkeolog BPCB Trowulan, Mojokerto, Nugroho Harjo Lukito menyebut, penemuan patirtan itu berawal dari kegiatan zonasi Candi Klotok yang dilakukan pada 2017 silam. Dari survei di kawasan Gunung Klotok, Kediri, ditemukan sejumlah titik, yang berpotensi menyimpan benda cagar budaya.

Salah satunya adalah keberadaan struktur batu bata kuno, dan sumber mata air, yang dimanfaatkan warga untuk irigasi. “Dari ekskavasi ini tampak bangunan bekas patirtan kuno, yang memanjang dari utara ke selatan. Selama ini bangunan tersebut tertimbun abu vulkanis dari letusan Gunung Kelud serta material tanah longsor dari puncak Gunung Klotok,” ungkap Nugroho, di Kediri Rabu (25/11/2020).

Diduga, bangunan tersebut memiliki korelasi dengan tiga candi yang ada di puncak Gunung Klotok. Candi yang dibangun era Kerajaan Kadiri, dan dimanfaatkan hingga zaman Majapahit. Bangunan patirtan biasanya digunakan sebagai tempat mensucikan diri, sebelum melakukan ritual peribadatan di candi yang ada di puncak gunung.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, ekskavasi itu rencananya akan berlangsung 12 hari. Kegiatannya dilakukan untuk melihat denah bangunan secara keseluruhan.  Proses ekskavasi sudah berlangsung sehari. “Apabila dalam proses ekskavasi ditemukan benda artefak atau arca, semakin mempermudah tim menganalisa bangunan serta tahun pembuatannya,” kata Nur Muhyar.

Dalam proses ekskavasi, tim melakukan penelitian dengan alat khusus. Kegiatannya juga dibantu warga dalam proses penggalian. Untuk proses penggalian, dilakukan sesuai dengan prosedur, sehingga bisa diketahui dengan pasti, struktur bangunan di situs dan tidak rusak karena proses penggalian.

Di area Gunung Klotok, terdapat banyak situs, seperti di Gua Selomangleng yang menjadi salah satu wisata sejarah rujukan di Kota Kediri. Selain itu, di dekat gua itu juga dibangun Museum Airlangga, yang berisi berbagai macam peninggalan purbakala. (Ant)

Lihat juga...