Petugas Akui Banyak Warga Takut Ikuti Swab Tes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Program Gugus Tugas Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan swab tes secara massal kepada warga di setiap wilayah kelurahan segera berakhir. Namun masih banyak warga menolak dengan berbagai alasan.

Eriska Iskandar, Kasi Kesos Kelurahan Kayuringin, mengaku kesulitan mengajak warga. Banyak mereka menolak dilakukan swab tes karena takut atau merasa diri sehat, Jumat (6/11/2020). Foto: Muhammad Amin

Saat ini di kota Bekasi swab tes dilakukan secara gratis di setiap kelurahan. Untuk satu kelurahan, ditarget bisa melakukan terhadap 500 orang warga di setiap lingkungan RW. Diketahui ada sebagian kelurahan sudah selesai melaksanakan ada juga yang belum dan masih berlangsung.

Seperti di Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan masih menggelar swab tes secara massal bersama Puskesmas setempat dengan turun langsung ke lingkungan warga di pasar menyasar pelaku usaha.

“Dua hari lalu, kami sudah mencapai 195 orang yang di swab tes. Tapi hari ini sudah terpenuhi semua ada 490 orang, banyak pelaku usaha dan karyawan di SNK,” ujar Eriska Iskandar, Kasi Kesos Kelurahan Kayuringin, kepada Cendana News, Jumat (6/11/2020).

Dikatakan, pelaksanaan swab tes, dilaksanakan secara bertahap. Meski batas waktu hari ini harus selesai masih ada waktu sampai besok. Ia berharap, warga yang merasa ingin swab bisa datang ke kelurahan.

Menurutnya kendala di lapangan dalam melakukan sosialisasi, mengajak warga untuk swab tes banyak warga yang menolak. Sebagian merasa takut dan lainnya merasa diri sehat tidak ada gejala apapun.

“Di lapangan, begitu rata rata warga menolak diajak Swab tes. Mereka takut, sebagian lagi merasa diri sehat dan tidak perlu dilakukan swab tes, padahal gratis”ujar Eriska.

Hari ini lanjutnya swab tes dipusatkan di Niaga Kalimalang dengan menyasar Karang Taruna dan pelaku usaha. Sebenarnya ini untuk warga, tapi karena banyak yang menolak maka meminta bantuan Karang Taruna agar anggotanya di swab.

Kondisi banyak warga menolak Eriska, mengaku memaklumi, karena kemungkinan masih awam didasari banyak rasa ketakutan. Apalagi selama ini banyak informasi seputar Covid-19 negatif. Jadi mereka khawatir jika hasilnya negatif akan dikucilkan dan lainnya.

“Untuk hasil swab tes langsung di pihak Puskesmas. Tapi semua warga yang mengikuti swab tes, sudah didata jika hasilnya positif maka langsung di kabari dan dijemput pihak Puskesmas,” tukasnya.

Lurah Kayuringin, Ricky Suhendar menambahkan, swab tes dilakukan juga bagi seluruh staf kelurahan, Babinsa dan bhabinkamtibmas. Di kelurahan sendiri ada puluhan pegawai sudah di lakukan swab tes.

“Hasil swab tes kelurahan ada 40 orang sudah keluar, semuanya negatif,” ujarnya mengimbau warganya terus mematuhi protokol Kesehatan selama berada di luar rumah.

Lihat juga...