Pilwakot 2020, KPU Semarang Siapkan 13.788 Bilik Suara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memastikan seluruh kebutuhan logistik, dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020, harus tersedia pada minggu ke-4 bulan November 2020.

“Termasuk bilik suara, hingga kertas suara. Untuk bilik suara saat ini sudah tercukupi, sementara untuk surat suara, masih dalam proses produksi di PT Pura Kudus,” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom di sela serah terima bilik suara di gudang KPU Kota Semarang, Jalan Ronggolawe Semarang, Selasa (3/11/2020).

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom, di sela serah terima bilik suara di gudang KPU Kota Semarang, Jalan Ronggolawe Semarang, Selasa (3/11/2020). Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, untuk kebutuhan bilik suara, pihaknya membutuhkan sebanyak 13.788 buah. Angka tersebut berdasarkan kebutuhan masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak empat bilik suara.

“Pada Pilwakot 2020, kita ada sebanyak 3.447 TPS. Masing-masing TPS ada empat bilik, yakni tiga bilik suara di dalam lokasi dan satu bilik suara di luar lokasi. Untuk yang di luar lokasi TPS ini, kita khususkan bagi masyarakat atau pemilih dengan suhu di atas 37,3 derajat celcius. Karena tidak boleh masuk ke lokasi TPS, mereka tetap bisa memberikan suara atau pilihan di bilik luar,” terangnya.

Terkait bahan yang digunakan, Henry menjelaskan, untuk bilik suara pada Pilwakot 2020, menggunakan bahan duplex atau kertas karton tebal. “Bilik suara terbuat dari duplex, sama persis seperti yang digunakan pada Pemilu 2019 lalu,” tambahnya.

Dijelaskan, dalam waktu dekat ini, sejumlah logistik Pilwakot juga akan segera datang, termasuk sarung tangan sekali pakai, hand sanitizer, cairan disinfektan, masker kain, face shield, tempat cuci tangan, thermo gun, dan pipet tinta.

“Target semuanya akan selesai pada minggu ketiga dan keempat bulan November 2020,” tandasnya.

Pihaknya juga sudah menjadwalkan simulasi pelaksanaan pemilihan, termasuk proses rekapitulasi perhitungan surat suara. Harapannya, ketika pelaksanaan hari H pencoblosan, seluruh petugas benar-benar sudah siap.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Muhammad Amin, mengingatkan terkait pengamanan bilik suara dari gangguan.

“Gangguan tersebut bisa berasal dari sektor manusia dan alam. Untuk gangguan dari manusia, kita lakukan pengawasan dibantu aparat kepolisian. Termasuk akan kita awasi, apakah jumlah bilik suara yang datang sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum,” paparnya.

Sedangkan gangguan dari alam, pihaknya meminta KPU Kota Semarang, agar memperhatikan kondisi gudang penyimpanan bilik suara tersebut. Jangan sampai terjadi genangan, apalagi kebanjiran.

“Gudang penyimpanan logistik ini, harus benar-benar aman dari hujan agar bilik suara bisa terjaga. Sebab bahan yang digunakan berupa duplex, yang rentan rusak apabila terkena air. Kita ketahui sekarang ini, sudah mulai musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi,” lanjutnya.

Termasuk pada saat pendistribusian logistik di masing-masing TPS juga harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai logistik yang dipersiapkan rusak dan tidak terpakai.

Saat ini, pihaknya juga melakukan pengawasan pada proses pencetakan surat suara. Termasuk memastikan spesifikasi kertas, kualitas warna, hingga template atau susunan kertas suara harus sesuai aturan.

Terkait pengamanan, pihak Polrestabes Semarang juga sudah menyiapkan personel untuk menjaga gudang tersebut.

“Kita sudah siagakan personel untuk berjaga selama 24 jam dalam pengamanan gudang logistik. Akan dibagi dalam beberapa shift penjagaan, dengan masing-masing dua orang personel,” tambah Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis.

Lihat juga...