Polda Jateng Ungkap Modus Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Ditreskrimum Polda Jawa Tengah berhasil menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur dalam dua kasus yang berbeda. Dalam menjalankan aksi bejat tersebut, pelaku kejahatan menggunakan berbagai macam modus untuk memperdaya para korban.

“Modus yang digunakan tersangka berinisial S (39) terhadap para korban anak di bawah umur, berjumlah sembilan orang dengan rentang usia 13-15 tahun, dengan cara berpura-pura mampu mendeteksi makhluk halus yang ada di tubuh orang,” papar Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, saat gelar perkara di Markas Polda Jateng, Kamis (26/11/2020).

Tidak hanya itu, ketika korban percaya dirinya kerasukan makhluk halus, tersangka kemudian membujuk korban dengan mengatakan untuk mengusir makhluk halus tersebut harus dilakukan dengan cara menyatukan raga atau berhubungan badan.

“Dalam aksinya ini, tersangka S juga memberikan pil koplo atau pil putih untuk memperdaya korban,” terangnya.

Ironisnya, selain sembilan korban berinisial AAP (14), APS (15), IA (14), SE (14), BMP (14), SHN (15), UTH (13), B (14) dan AC (15), masih ada empat orang lainnya yang diduga juga menjadi korban, yakni berinisial S (14), W(14), T (14) dan A (14).

“Tempat kejadian perkara (TKP) ada beberapa tempat, ada di kamar mandi, di hotel, di kos-kosan dan di rumah pelaku, dengan wilayah ada di Kota Semarang dan Boja, Kabupaten Kendal,” ungkap Iskandar.

Untuk melancarkan aksinya tersebut, pelaku mengancam korbannya untuk mencarikan korban lain.

“Pelaku tidak membuka praktik perdukunan, namun korban cukup banyak, karena dia mengancam korbannya agar mencarikan teman pengganti. Jadi, bila korban ingin lepas dari pelaku, maka korban tersebut harus mencarikan korban baru, agar bisa dilepaskan oleh pelaku,” tambah Kasubdit IV, AKBP Sunarno.

Aksi bejat yang sudah dilakukan sejak 2018 tersebut, berhasil terbongkar ketika salah satu korban menceritakan kepada orang tua terkait kejadian yang menimpanya. Kemudian orang tua korban membuat pengaduan dan melaporkannya ke polisi.

Sementara pada kasus lainnya, Ditreskrimum Polda Jateng juga berhasil menangkap lima orang pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dari kasus tersebut, juga masih ada satu orang tersangka lainnya, yang dalam pencarian orang (DPO).

“Modus operandinya, pelaku berinisial T yang juga pacar korban, membujuk korban berinisial SAW, seorang pelajar berusia 15 tahun, untuk melakukan persetubuhan dengan cara memberikan minuman keras. Ketika korban dalam kondisi tidak berdaya, pelaku mengajak korban berkumpul dengan teman-teman pelaku hingga terjadi persetubuhan dan pencabulan,” ungkap Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Aksi tersebut tidak hanya dilakukan di satu TKP, namun di beberapa tempat, mulai di rumah kosong, teras madrasah, serta di kebun perumahan di Kaliwungu Kabupaten Kendal.

“Kita berhasil menangkap lima orang pelaku, yakni T (23) RD (26), S (19), TM (29), dan AM (28), hingga saat ini polisi masih memburu satu pelaku lain R (26),” tandasnya.

Seluruh pelaku diancam dengan pasal persetubuhan terhadap anak dan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) dan atau Pasal 76EJo Pasal 82UU RI No. 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Lihat juga...