Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 5 Ton Daging Celeng Tanpa Dokumen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kepolisian Resort Lampung Selatan (Polres Lamsel) amankan pelaku penyelundupan daging celeng atau babi hutan dari Sumatera Selatan tujuan kota Bekasi dan Provinsi Bali. Komoditas pertanian tanpa dokumen tersebut diamankan karena tidak memenuhi syarat karantina.

Kapolres Lamsel, AKBP Zaky Alkautsar Nasution menyebutkan, kronologis bermula saat personil Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni melakukan razia rutin di area seaport interdiction pelabuhan Bakauheni dan ditemukan satu unit kendaraan truk. Truk bernomor polisi BG 8912 EC tersebut didapati membawa kelapa, serbuk gergaji. Saat diperiksa lebih seksama di bagian bawah ditemukan daging celeng dengan total berat 5 ton.

“Hasil koordinasi intelejen pihak kepolisian dan balai karantina selanjutnya komoditas daging celeng tanpa dokumen tersebut diserahkan ke pihak karantina setelah dilakukan bukti acara pemeriksaan kepada pengemudi,” terang AKBP Zaky Alkautsar Nasution saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (12/11/2020).

Pengamanan oleh kepolisian lanjut Zaky Alkautsar Nasution dilakukan karena pengemudi tidak memperlihatkan dokumen karantina. Sesuai aturan komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan melalui pelabuhan Bakauheni wajib melapor ke karantina disertai surat veteriner. Polisi sebutnya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut pada tempat tujuan pengiriman daging celeng di Bekasi dan Bali.

Para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran UU karantina sebutnya akan diproses sesuai undang undang yang berlaku.

“Pengamanan dan pengetatan akan dilakukan untuk barang yang tidak dilengkapi dokumen di area seaport interdiction pelabuhan Bakauheni,” tegas Zaky Alkautsar Nasution.

Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkausar Nasution (tengah) saat pengamanan sekitar 5 ton daging celeng dengan modus kendaraan ekspedisi, Kamis (12/11/2020). Foto: Henk Widi

Pengawasan sebutnya akan diperketat untuk mencegah barang melanggar hukum dikirim dari Sumatera tujuan Jawa. Pengetatan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni bertujuan meminimalisir upaya penyelundupan memakai sejumlah modus operandi. Pengiriman dengan cara disamarkan memakai komoditas lain jadi cara penyelundupan barang tanpa dokumen.

Buyung Hadiyanto, penyidik pada seksi pengawasan dan penindakan (Wasdak) BKP Kelas I Lampung menyebut komoditas daging celeng terbukti tidak dilengkapi dokumen. Pelaku pengiriman daging celeng melanggar UU No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan. Hukuman bagi pelaku sebutnya sesuai undang undang tersebut pelaku diancam pidana kurungan selama tiga tahun.

“Sesuai aturan semua komoditas hasil produk hewan,pertanian wajib melapor ke tempat perlalulintasan yang dilakukan petugas karantina,” sebut Buyung Hadiyanto.

WE, pengemudi truk mengaku ia tidak mengetahui isi barang ekspedisi pada truk yang dibawanya. Ia menyebut hanya mendapat upah sebesar Rp6 juta untuk mengangkut kelapa butir dalam karung. Bersama kernet, R ia mengaku baru tahu barang yang dibawanya merupakan daging celeng. Ia juga mengaku hanya diberi alamat pengiriman di kota Bekasi dan Bali.

Lihat juga...