Produk Makanan Bergizi Turunkan Angka ‘Stunting’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Upaya penurunan gizi buruk dan tumbuh kembang kerdil (stunting) pada anak melibatkan stake holder terkait.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan menyebut, intervensi dari sektor peternakan bisa jadi solusi turunkan angka stunting. Wilayah Ketapang sebutnya telah mengentaskan dua desa lokus stunting di antaranya Bangunrejo dan Kemukus.

Penurunan angka stunting  sebutnya, memaksimalkan intervensi sektor peternakan. Sektor tersebut menghasilkan produk asal hewan untuk tambahan asupan protein, gizi dan nutrisi yang baik. Asupan nutrisi yang baik sebutnya diberikan kepada balita, anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui. Produk asal hewan yang memiliki nilai gizi di antaranya daging, susu, telur.

Berbagai olahan produk hewan hasil peternakan tersebut, papar Samsu Rizal, bisa diolah sesuai kreativitas ibu rumah tangga. Peranan tenaga kesehatan Puskesmas pelaksana program gizi, promosi kesehatan hingga kader Posyandu, sangat diperlukan. Pengolahan yang tepat akan memudahkan konsumsi bagi anak balita.

“Telur salah satunya memiliki kandungan vitamin, protein serta nutrisi yang sangat baik bagi anak pada masa pertumbuhan. Selain itu produk hewani itu, sangat mudah diperoleh karena peternakan ayam petelur saat ini semakin banyak,” terang Samsu Rizal, saat ditemui Cendana News, Jumat (13/11/2020).

Harga telur di pasaran sebutnya, mudah terjangkau dengan per kilogram mulai Rp18.000 hingga Rp20.000. Bagi warga di pedesaan, produk telur bisa diperoleh dari beternak. Produksi telur bisa diperoleh dari ternak bebek, puyuh, ayam, entok, dan angsa. Orang tua bisa memprioritaskan konsumsi telur bagi anak dengan produk olahan yang variatif.

Selain telur konsumsi daging sapi, ayam, ikan air tawar dan ikan laut juga bisa dilakukan. Berbagai jenis bahan makanan tersebut bisa menjadi produk olahan kuliner yang cocok untuk anak pada masa pertumbuhan. Pengaturan asupan makanan bagi keluarga terutama anak-anak bisa menyesuaikan empat sehat lima sempurna.

“Penyuluhan dari pelaksana program gizi, kader posyandu dengan membuat varian olahan makanan yang sehat dan bergizi sekaligus juga disukai anak-anak,” bebernya.

Nursanti, salah satu warga menyebut, membeli daging sapi untuk dibuat menjadi sop. Asupan makanan yang bergizi sebutnya, sangat cocok pada masa musim hujan. Sebab saat kondisi cuaca dingin, tubuh butuh asupan makanan hangat.

Nursanti (tengah) membeli produk peternakan berupa daging sapi sebagai asupan protein hewani yang bergizi, dibeli dari pasar tradisional Pematang Pasir, Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (13/11/2020) – Foto: Henk Widi

Menggunakan produk olahan hewan daging sapi akan menjadi kuliner yang menyehatkan. Olahan daging dikombinasikan dengan sayur yang memiliki nutrisi baik.

“Bahan baku yang segar dan berkualitas dari daging sapi akan memberi asupan gizi dan menurunkan stunting,” bebernya.

Muhamad Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lamsel, menyebut, pihaknya ikut dalam intervensi penurunan stunting. Sepanjang tahun 2019 telah dibagikan puluhan ribu telur kepada sejumlah desa yang dikenal sebagai locus stunting. Fokus pembagian telur ayam dibagikan pada Desa Bangunrejo, Kemukus, yang ada di Kecamatan Ketapang dan wilayah Sragi.

Selain telur, produk peternakan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi bagi balita di antaranya ikan. Produk ikan sebutnya, bisa diperoleh masyarakat dari budi daya di kolam terpal, tanah dan sungai.

Produk tersebut bisa dihasilkan dari budi daya sendiri atau dengan cara membeli. Selain mendapat asupan gizi seimbang untuk penurunan angka stunting  juga untuk peningkatan imunitas tubuh.

Muhamad Arsyad menambahkan, produksi telur pada sejumlah peternakan cukup melimpah. Ia menganjurkan, setiap hari anak balita pada masa pertumbuhan bisa diberi varian olahan telur.

Varian yang disiapkan berupa telur rebus, telur goreng atau dibuat menjadi produk kuliner lainnya. Pengolahan dengan cara kreatif akan disukai anak-anak untuk lauk saat makan.

Lihat juga...