Program AMS di Jabar Bentuk Karakter Generasi Muda

Editor: Makmun Hidayat

CIANJUR — Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di Jawa Barat, terus disosialisasikan kepada dewan guru agama sebagai teknik untuk membentuk karakter generasi muda menyambut bonus demografi Indonesia Emas 2045. 

Progam AMS dimaksud untuk membentuk nilai-nilai moral dan akhlak kepada siswa yang disampaikan langsung oleh ajengan alias guru agama atau kiai yang bersumber dari kitab kuning.

“Ini mempersiapkan generasi yang beriman dan ketakwaannya hebat untuk 2045. Karena di 2045, kita tahu ada bonus demografi di mana masyarakat 70 persen adalah usia produktif,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Cianjur, berdasar rilis yang diterima Cendana News, Rabu (5/11/2020).

Menurut Kang Uu, program AMS merupakan implementasi dari Jabar Juara Lahir Batin, dan tujuan pendidikan nasional dalam meningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Sesuai dengan program prioritas pemerintah pusat, yakni penguatan pendidikan karakter dalam menamengi generasi muda dari dampak buruk perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

“Saya berharap yang menjadi guru adalah ajengan yang mampu menerangkan agama yang tidak tendensius, yang tidak berafiliasi kepada politik, dan juga mampu membaca kitab kuning dan menerangkannya,” ucapnya.

Materi dari kitab yang diajarkan kepada siswa sesuai kesepakatan para kiai untuk tidak mengundang terjadinya perselisihan. Program AMS diharapkan mendapat dukungan dari orangtua siswa sehingga pembentukan karakter tidak hanya secara tekstual di sekolah, tetapi juga secara kontekstual di rumah.

Kegiatan yang bernuansa keremajaan tambah Kang Uu, tidak dilarang, tetapi diharapkan  ada kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan yang meningkatkan iman dan takwa para peserta didik.

Program  AMS sudah di-launching awal tahun 2020, saat ini mulai diterapkan di tingkat sekolah SMA Negeri, di wilayah Jawa Barat.

Munawir Guru SMA Negeri 8 Kota Bekasi, terpisah, mengakui bahwa program AMS sudah mulai diterapkan di lingkungan sekolah setempat. Gurunya pun sudah beberapa kali mengikuti pelatihan untuk teknik pengajaran.

“AMS, adalah penerapan karakter sesuai dengan ajaran dalam kitab kuning atau lainnya. Di SMA Negeri 8, ada jam khusus, setiap minggunya dalam penguatan karakter,” tukasnya.

Lihat juga...