PTM di Kota Bogor Direncanakan Dimulai 11 Januari

Para pelajar mengikuti kegiatan pramuka di halaman Balai Kota Bogor, sebelum terjadi pandemi COVID-19 – Foto Ant

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor, merencanakan untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mulai 11 Januari 2021. Kebijakan tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, beberapa hal yang menjadi pertimbangan adalah, arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan pelaksanaan PTM dalam jumlah terbatas, dan dibarengi penerapan protokol kesehatan.

Kedua, sejak munculnya pandemi COVID-19 pada Maret 2020, sekolah diliburkan. Kemudian diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang memberikan dampak bagi pelajar, orang tua, serta sekolah. “Pak Menteri Pendidikan pernah menyampaikan bahwa pelaksanaan PJJ itu tidak maksimal, semakin lama dilaksanakan PJJ semakin banyak dampak negatifnya,” katanya.

Karena itu Bima Arya menyebut, sudah membahas arahan dari Mendikbud terkait rencana penyelenggaraan PTM di sekolah. Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Perwakilan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Provinsi Jawa Barat, Kapeka Kantor Kemenag Kota Bogor, dan Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Pelaksanaan PTM di sekolah, harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Karena keselamatan dan kesehatan adalah hal utama. Pelaksanaan PTM polanya adalah kombinasi, dengan PJJ, yang diikuti pelajar dari rumah. “Polanya adalah separuh-separuh antara PTM dan PJJ. Pelajar yang belajar tatap muka di sekolah, jumlahnya dibatasi hanya 30-50 persen,” jelasnya.

Bima menegaskan, PTM dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari Pemerintah Kota Bogor, maupun izin dari komite sekolah, kepala sekolah, serta orang tua murid. “Kalau ada salah salah satu pihak yang tidak mengizinkan, maka tidak bisa dilaksanakan PTM,” tandasnya.

Jika semua pihak memberikan izin, tapi ada orang tua murid tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM, maka pelajar tersebut boleh tidak mengikuti PTM. “Pelajar tersebut hanya mengikuti PJJ, dan sekolah tidak boleh memberikan sanksi,” katanya.

Bima mengingatkan, sekolah yang akan melaksanakan PTM, maka gurunya-gurunya harus menjalani tes usap sebelum dipastikan hasilnya negatif. Sekolah-sekolah yang sudah memenuhi semua persyaratan untuk PTM, pelaksanaannya tidak bisa sekaligus. Tetapi bertahap, dimulai dari SMA/SMK/MA, baru kemudian tingkat SMP/Mts. (Ant)

Lihat juga...