Ratusan Juta Dana Desa di Aceh Barat Dikorupsi

Ilustrasi - Uang hasil korupsi - Dok: CDN

MEULABOH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Provinsi Aceh hingga November 2020 mengklaim, telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp101,9 juta lebih, dari penindakan tindak pidana korupsi dana desa.

Penindakan tersebut hanya yang dilakukan di 2020. “Angka ini kemungkinan akan bertambah, karena para terdakwa yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi masih diberikan waktu untuk menyelesaikan uang pengganti yang dibebankan kepada mereka oleh majelis hakim,” kata Kepala Kejari Aceh Barat, Sayid Muhammad Rukhsal Assegaf, di Meulaboh, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, penambahan jumlah kerugian keuangan negara tersebut dimungkinkan terjadi, karena saat ini pihaknya masih menunggu pengembalian kerugian keuangan negara. Perhitungannya dilakukan berdasarkan jaminan yang sudah diberikan para terdakwa beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Provinsi Aceh, Sayid Muhammad Rukhsal Assegaf, dalam kesempatan bertemu dengan wartawan sebelum pandemi berlangsung – Foto Ant

M Rukhsal Assegaf menyebut, di 2019 lalu, jumlah kerugian keuangan negara yang berhasil diselamatkan dari perkara tindak pidana korupsi di Kabupaten Aceh Barat, mencapai Rp297 juta. Banyaknya uang yang berhasil diselamatkan tersebut berasal dari empat perkara tindak pidana korupsi, yang berhasil diungkap kejaksaan setempat.

Menurutnya, Kejari Aceh Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pencegahan dan pengawasan di 2021. Sehingga indikasi tindak pidana korupsi diharapkan ke depan semakin mengalami penurunan. “Kita berharap dengan meningkatnya pencegahan yang kita lakukan di tahun depan, bisa meminimalisir dampak kerugian keuangan negara,” tambahnya.

Dengan peningkatan upaya pengawasan yang dilakukan, diharapkan setiap program pembangunan yang sudah direncanakan oleh pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. (Ant)

Lihat juga...