Ratusan Warga Lereng Gunung Merapi di Klaten, Mengungsi

KLATEN  – Sebanyak 240 warga lereng Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah mulai mengungsi menyusul status gunung tersebut yang sudah masuk di level III atau siaga.

“Sebetulnya ada tiga desa yang menurut kajian terancam, yaitu Sidorejo, Tegalmulyo, dan Balerante. Namun saat ini baru ada sebanyak 114 warga Tegalmulyo dan 126 warga Balerante yang mengungsi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar di Klaten, Kamis.

Sedangkan untuk di Desa Sidorejo, dikatakannya, belum ada warga yang mengungsi. Menurut dia, warga lebih mengoptimalkan kewaspadaan dengan melakukan ronda 24 jam secara bergantian untuk memantau Merapi.

“Jadi ketika ada tanda-tanda yang membahayakan maka diinstruksikan agar masyarakat segera mengungsi,” katanya.

Mengenai lokasi pengungsian atau evakuasi sementara, dikatakannya, seluruhnya sudah berjarak lebih dari 7 kilometer di antaranya lokasi pengungsian Balerante berjarak 9 km dan Sidorejo sekitar 11 km dari puncak.

“Sedangkan Tegalmulyo ada di depan Balai Desa Tegalmulyo, jaraknya juga lebih dari 7 km,” katanya.

Ia mengatakan langkah penentuan lokasi evakuasi sementara tersebut sesuai dengan analisa terakhir dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang memprediksikan jika terjadi erupsi maka akan mengarah ke Sungai Woro yang berjarak 5 km dari puncak.

“Tetapi kalau pada analisa ulang sekiranya lebih dari itu, maka pengungsi akan turun lagi ke tempat evakuasi akhir di shelter kabupaten. Kalau Balerante di jalur turun ke Shelter Kebondalem, Sidorejo di Shelter Kebonagung, dan Tegalmulyo turun ke Shelter Demakijo,” katanya.

Sementara itu, dikatakannya, sejauh ini kondisi para pengungsi dalam keadaan sehat. Selain itu, untuk penyaluran logistik juga berjalan lancar. (Ant)

Lihat juga...