Razia Masker di Semarang Sasar Kelurahan Sambiroto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Sebanyak 76 pelanggar terjaring operasi yustisi razia masker yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang di Kelurahan Sambiroto, Kamis (5/11/2020). Mereka pun mendapatkan sanksi sosial, dengan membersihkan areal pemakaman di wilayah tersebut dan penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Dari 76 pelanggar, sebanyak 34 orang kita beri hukuman untuk membersihkan areal pemakaman, serta sisanya dilakukan penyitaan KTP. Razia ini sengaja kita lakukan di Kelurahan Sambiroto, karena wilayah ini masih masuk zona merah penularan Covid-19,” papar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, di sela kegiatan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto (kanan), didampingi Lurah Sambiroto Agus Suryanto di sela kegiatan operasi yustisi di wilayah Kelurahan Sambiroto, Semarang, Kamis (5/11/2020). Foto: Arixc Ardana

Diterangkan, operasi yustisi tersebut dilakukan seiring adanya kenaikan angka Covid-19 di Kota Semarang. Strategi operasi, dalam upaya pencegahan dan edukasi bahaya Covid-19 ini pun berubah. Caranya dengan menyasar di setiap kelurahan di Kota Semarang, dari awalnya dilakukan di jalan-jalan protokol.

“Mereka yang terjaring, kita hukum untuk membersihkan makam. Harapannya agar mereka bisa sadar tentang pentingnya memakai masker, sebab jika sampai terpapar Covid-19, bukan tidak mungkin bisa berakibat fatal hingga kematian,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan rapid test bagi mereka yang melanggar. Hasilnya, sebanyak enam orang dinyatakan reaktif. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas untuk menjalani tes swab.

“Mereka ini kelihatannya sehat-sehat, namun ternyata hasilnya reaktif. Bisa jadi mereka ini orang tanpa gejala (OTG). Untuk itu, saya selalu mengingatkan untuk tertib dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk selalu memakai masker. Ini untuk kepentingan mereka masing-masing, keluarga dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Lurah Sambiroto, Agus Suryanto, menambahkan, pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Terlebih wilayah yang dipimpinnya, masih fluktuatif pandemi Covid-19.

“Saat ini di wilayah Kelurahan Sambiroto, masih ada tiga kasus Covid-19 dari klaster keluarga. Sebelumnya juga ada yang lain, jadi angkanya memang masih naik turun. Untuk itu, kita terus ingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk melakukan rapid test secara rutin untuk mengetahui kesehatannya,” tandas Agus.

Sementara, Ahmad Arifin, salah satu warga Sambiroto yang terjaring razia mengakui kesalahannya karena tidak memakai masker. Dirinya pun hanya bisa pasrah ketika diminta melakukan rapid test di tempat.

“Hasilnya alhamdulillah negatif, tapi tadi ada bapak-bapak di sebelah saya, yang hasilnya reaktif. Saya juga kaget, padahal kelihatannya beliau kondisinya sehat. Ini akan menjadi pembelajaran buat saya pribadi, agar lebih berhati-hati dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...