RSMM Bogor Tambah Enam Ruang Isolasi COVID-19

Ruang rawat pasien positif COVID-19 di sebuah rumah sakit di Kota Bogor – Foto Ant

BOGOR – Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor, menambah enam ruangan isolasi bertekanan negatif. Ruangan tersebut untuk perawatan pasien kasus positif COVID-19, dengan gejala sedang hingga berat.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof Kadir, meresmikan penggunaan enam ruangan isolasi bertekanan negatif tersebut, Sabtu (14/11/2020). Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, Direktur Utama Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Fidiansyah.

Menurut Kadir, dengan adanya tambahan enam ruangan bertekanan negatif, maka Rumah Sakit Marzoeki Mahdi makin terlibat langsung, pada penanganan pasien kasus positif COVID-19. Hal tersebut sesuai dengan ketersediaan ruang rawat dan sumber daya manusianya. “Menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas semua rumah sakit, termasuk RSUD. Saat ini ada 181 RSUD yang menjadi rujukan nasional, provinsi, maupun regional, diberikan bantuan anggaran untuk pengembangan,” katanya.

Kadir mengingatkan, agar tenaga kesehatan terus bekerja dengan maksimal. “Jangan pernah lelah melayani dan membangkitkan semangat para pasien untuk sembuh,” katanya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pada awal pandemi COVID-19 di Maret 2020, Kota Bogor hanya memiliki delapan ruang isolasi bertekanan negatif. Tetapi saat ini, sudah ada 407 ruang isolasi bertekanan negatif.

Menurut dia, tingkat keterisian ruang perawatan untuk pasien positif COVID-19 di rumah sakit saat ini sekira 60 sampai 70 persen. Termasuk katagori sudah tinggi. Penyebaran kasus positif COVID-19 di Kota Bogor selama 10 hari terakhir, ada lonjakan tinggi yang diperkirakan karena dampak dari aksi demo, cuti bersama, dan aktivitas warga lainnya. “Adanya tambahan enam ruang isolasi bertekanan negatif di RS Marzoeki Mahdi, menambah ketersediaan ruang rawat bagi pasien positif COVID-19,” tandasnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Fidiansyah mengatakan, penanganan kasus COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama dari semua pihak terkait. Dia berharap, adanya penambahan enam ruang isolasi bertekanan negatif ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bukti nyata kontribusi RS Marzoeki Mahdi dalam membantu penanganan COVID-19 di Kota Bogor. (Ant)

Lihat juga...