Rujak Buah Cocok Dinikmati Saat Terik Matahari

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Rasa pedas sambal dari cabai dan kacang berpadu dengan beragam buah segar dalam seporsi rujak buah. Campuran buah yang dipilih sebagian dalam kondisi masih mentah dan setengah matang.

Ahmad, pedagang rujak, mengaku memanfaatkan buah mangga, jambu, pepaya, nanas, bengkuang, kedondong, nanas, mentimun dan buah segar lainnya.

Ia berjualan di Jalan Ikan Belida, pasar Mangga Besar, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, dengan gerobak dorong. Ia menyiapkan buah segar yang belum dikupas, dan akan dikupas saat ada pesanan. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kesegaran buah yang akan digunakan untuk membuat rujak. Buah akan dipotong sebelum diracik dengan bumbu pedas.

Resep kelezatan rujak buah, sebut Ahmad, terletak pada komposisi bumbu. Takaran yang tepat pada bumbu rujak berasal dari kacang tanah sangrai, cabai rawit, gula merah, garam, asam jawa dan air secukupnya.

Proses pembuatan rujak buah yang dilakukan oleh Ahmad dan sang istri, memenuhi pesanan pelanggan di Jalan Ikan Belida, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (14/11/2020). -Foto: Henk Widi

Bumbu rujak buah yang dibuat selalu disiapkan secara dadakan atau dibuat ketika ada pesanan. Cara tersebut dilakukan untuk menghadirkan rasa yang lebih segar.

“Proses menghaluskan atau menguleg bumbu dilakukan oleh istri, saya memiliki tugas untuk mengupas buah dan memotongnya menjadi potongan tipis dari berbagai jenis buah, dengan campuran yang seimbang antara buah rasa manis dan kecut atau asam,” terang Ahmad, saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/11/2020).

Proses penghalusan bumbu menjadi resep untuk menciptakan sajian rujak buah yang lezat. Bagi sebagian pelanggan, sambal dengan kacang tanah sangrai diuleg kasar, sebagian meminta kacang tanah sangrai dibuat halus. Selain selera kacang tanah yang disangrai, sebagian pelanggan kerap meminta cabai rawit dalam jumlah tertentu untuk tingkat rasa pedas berbeda.

Menurutnya, pelanggan rujak buah pedas manis kerap meminta cabai dalam jumlah ganjil. Tingkat rasa pedas sambal rujak buah sangat mempengaruhi rasa saat disajikan. Pesanan rujak buah dominan akan dipisahkan antara sambal kacang dan buah segar yang telah dipotong tipis-tipis. Sistem cocolan pada rujak buah lebih disukai untuk menciptakan rasa yang lebih sempurna.

“Rujak buah pedas manis kerap disajikan terpisah dengan sambal, tapi sebagian ada yang meminta langsung dicampur,” bebernya.

Dalam sehari, ia bisa menjual 20 kilogram buah segar. Menjual rujak buah segar disukai oleh pelanggan yang sebagian merupakan ibu rumah tangga.

Selain melakukan penjualan secara langsung, ia telah menggunakan aplikasi pesan antar. Meski menjual seharga Rp15.000 per porsi, ia menjaga kualitas rasa sambal membuat usahanya tetap berjalan lancar.

Penjual rujak buah lainnya, Maimunah, menjajakan rujak buah dengan cara berkeliling. Buah segar yang telah dipotong tipis disiapkan dalam wadah khusus. Bumbu yang dibutuhkan berupa sambal kacang telah disiapkan dalam wadah khusus. Saat ada pelanggan yang akan memesan rujak buah segar, sambal kacang akan dituangkan.

“Buah segar yang sudah dipotong bisa dinikmati dengan sambal cocolan atau langsung dituang dalam wadah,” cetusnya.

Penyuka rujak buah, sebut Maimunah, dominan pekerja informal, di antaranya tukang ojek, pemilik toko di pasar gudang lelang. Menjual rujak buah seharga Rp10.000 per porsi, dalam sehari ia bisa menyediakan 50 porsi rujak buah. Selain di pasar gudang lelang, ia juga berkeliling ke sejumlah perumahan untuk menjajakan rujak buah miliknya.

Santi, salah satu penyuka rujak buah buatan Maimunah, menyebut rasa pedas manis sambal kacang berpadu dengan rasa asam buah. Sajian rujak buah tepat dinikmati saat cuaca panas terik. Menikmati rujak buah dengan rasa pedas manis membuatnya berkeringat. Menikmati rujak buah, sekaligus mengobati keinginannya saat ngidam pada masa kehamilannya.

Lihat juga...