RW 003 Kelurahan Cijantung Kembangkan Tanaman Toga

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ragam jenis tanaman obat (Toga) dan sayuran menghiasi Taman Toga RW 003, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tanaman ini berada di lingkungan RT 002, RW 003, di mana semua tanaman toga  dan sayuran dikembangkan, tertata rapi dalam pot, dan sebagian ada yang digantung hingga daunnya merambat ke tanah.

Penanggungjawab Taman Toga RW 003, Sukarno, mengatakan pengembangan tanaman obat bertujuan untuk menjadikan lingkungan lebih hijau dan bermanfaat menjadi penawar obat sejumlah penyakit.

Penanggungjawab Taman Toga RW 003, Sukarno, meninjau ragam jenis tanaman obat keluarga dan sayuran di Taman Toga RW 003  di lingkungan RT 02 , Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Senin (30/11/2020). -Foto: Sri Sugiarti

“Alhamdulillah taman ini sudah penuh dengan tanaman toga dan sayuran. Insyaallah bermanfaat bagi warga,” ujar Sukarno kepada Cendana News, ditemui di Taman Toga RW 003 yang berlokasi di lingkungan RT 002, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (30/11/2020).

Menurut Sukarno, di taman ini terdapat puluhan jenis toga. Di antaranya jahe merah, sirih merah, kencur, kunyit, lengkuas, kumis kucing, temu lawak, pecah beling, binahong, daun kelor, daun saga, lidah buaya, dan lainnya.

Khasiat tanaman toga ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, minuman berbahan dasar tamanan toga diyakini dapat menjaga stamina tubuh, menjadikan imun tetap stabil.

“Untuk obat, banyak warga yang minta sirih merah, pecah beling, kumis kucing, jahe merah. Boleh saja, karena toga ini untuk warga, bukan untuk dijual belikan,” ujar pria kelahiran Pemalang 65 tahun, ini.

Begitu juga dengan jenis tanaman lainnya serta sayuran yang ditanam di taman ini, warga pun boleh memintanya jika panen. Seperti  kangkung, terong, cabai, pepaya, jambu, jeruk dan lainnya.

“Kalau panen sayuran dan buah, diberikan kepada warga secara cuma-cuma,” ujarnya.

Agar tanaman tumbuh subur, Sukarno kerap memberikan pupuk kompos dan rajin menyiramnya. Terpenting lagi harus kena sinar matahari.

“Media tanamnya tidak sulit, ya. Kalau nggak hujan disiram, tapi jangan terlalu basah, ya tidak bagus untuk perkembangannya nanti. Contoh, lidah buaya, disiram tipis saja, lembab. Kalau terlalu basah nanti mati,” urainya.

Dia berharap, tanaman toga dan sayuran ini dapat berkembang agar manfaatnya lebih maksimal untuk mencukupi kebutuhan warga.

“Insyaallah kita akan tambah lagi tanaman toga dan sayuran, biar lebih banyak jenisnya,” kata Sukarno, yang menjabat Ketua RT 002.

Dia berharap, warganya dapat berpartisipasi menghijaukan lingkungan dengan menanam toga dan sayuran di pekarangan rumahnya.

Jika mereka membutuhkan bibit toga dan sayuran, maka bisa meminta ke Taman RW 003. Begitu juga jika ingin tahu cara menanam yang baik, Sukarno dan kader PKK RW 003 siap membantu warga.

“Warga butuh bibit, silakan datang ke sini, boleh minta. Kita juga siap edukasi tentang cara menanamnya,” ujarnya.

Yang terpenting, menurutnya ada keperdulian warga untuk melestarikan lingkungan dengan menanam jenis tanaman. Sehingga diharapkan kegiatan penghijauan menjadi hobi setiap warga.

“Kalau kita menanam toga dan sayuran, suasana rumah menjadi asri dan sejuk. Hasilnya juga bermanfaat untuk pangan dan obat,” pungkasnya.

Lihat juga...