Salah Satu Guru Positif Covid-19, PTM di SMPN 6 Purwokerto Dihentikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Banyumas, Achmad Husein di kantornya, Selasa (10/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 6 Purwokerto terpaksa dihentikan mulai hari ini, Selasa (10/11/2020). Hal tersebut karena salah satu guru dinyatakan positif Covid-19.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pada dasarnya dari hasil evaluasi pelaksanaan uji coba PTM selama 14 hari, semuanya berjalan dengan baik dan mematuhi protokol kesehatan. Hanya saja, salah satu guru terkonfirmasi positif.

“Hasil swab test sebelumnya, guru ini negatif, namun hasil swab test terbaru guru mata pelajaran penjaskes ini dinyatakan positif Covid-19. Sehingga per hari ini kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut kita hentikan,” kata Bupati, Selasa (10/11/2020).

Pemberhentian PTM ini sesuai dengan aturan SK tiga menteri, dimana jika dalam pelaksanaan PTM di tengah jalan ada yang terkonfirmasi positif, maka kegiatan PTM harus dihentikan.

Lebih lanjut Husein menjelaskan, saat ini sedang dilakukan tracing terhadap kontak dekat guru yang positif tersebut. Mengingat istri dari guru yang positif juga berprofesi sebagai guru, maka tracing kemungkinan akan menjangkau banyak orang.

“Tracing untuk mengetahui dari mana sumber penularan, apakah guru ini tertular dari sesama guru di tempatnya mengajar, atau tertular istrinya yang juga seorang guru, atau tertular dari salah satu siswa. Kita masih menunggu, karena semua kemungkinan tersebut terbuka,” katanya.

Khusus untuk para guru di SMP Negeri 6 Purwokerto akan dilakukan swab test, sedangkan untuk para siswa, dilakukan swab secara random.

“Kalau kasus ini sudah selesai dan sekolah akan menggelar pembelajaran tatap muka kembali, maka semua guru wajib menjalani swab tert terlebih dahulu,” ucapnya.

Sampai hari ini, Kabupaten Banyumas sudah melakukan swab test terhadap 15.000 orang. Angka positivity rate Banyumas naik sampai 4,32 persen, ini sudah mendekati batas maksimal yaitu 5. Demikian pula dengan angka reproduksi efektif yang juga meningkat hingga di atas 1, yaitu 1,28. Hal ini menunjukan adanya penambahan jumlah kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.

Penambahan paling banyak, menurut Bupati dari klaster keluarga, yaitu total ada 7 klaster keluarga. Masing-masing membawa kasus positif Covid-19 dalam jumlah banyak.

Sementara itu, salah satu wali murid di Kota Purwokerto, Anjar mengatakan, sejak awal ia tidak sepakat adanya uji coba pembelajaran tatap muka. Menurutnya, untuk kebaikan anak-anak lebih baik menunggu kondisi membaik dan pandemi mereda, baru dimulai PTM.

“Beruntung sekolah anak saya bukan sekolah yang ikut uji coba PTM, terbukti salah satu sekolah yang melaksanakan PTM ditemukan kasus positif, ini seharusnya menjadi bahan evaluasi serius,” tuturnya.

Lihat juga...