Sampah Kiriman Rusak Keindahan Pantai Pedada

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sampah masih menjadi persoalan klasik sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan, kala musim penghujan. Salah satunya di Pantai Pedada di kecamatan Ketapang.

Rusli, salah satu pengelola objek wisata bahari pantai Pedada, menyebut sampah terbawa gelombang laut ke tepi pantai dan wilayah pantai di Dusun Sumur Induk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan itu kerap dipenuhi sampah saat penghujan.

Rusli bilang, sampah yang terdampar di pantai berimbas penurunan estetika dan kebersihan. Pengunjung yang akan mandi, berenang di pantai Pedada kerap harus tersangkut sampah plastik dan material limbah pertanian. Sampah yang terdampar dominan bukan berasal dari pembuangan warga sekitar. Sampah kiriman berasal dari laut dan sungai.

Rusli, pengelola pantai Pedada di Dusun Induk, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat ditemui, Minggu (8/11/2020). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, sampah dari laut berasal dari perairan laut Jawa, selat Sunda didominasi plastik. Sebagian sampah rumah tangga jenis pampers, botol minuman dalam kemasan, kaleng dan sampah lain kerap terbawa arus. Kala angin Timur disertai gelombang tinggi, pantai Pedada mendapat kiriman sampah merusak pemandangan.

“Bagi aspek keindahan pantai, tentunya sangat mengganggu, dari aspek kesehatan sampah yang berasal dari bahan berbahaya tentunya sangat menganggu pengunjung wisatawan, apalagi jenis sampah botol kaca yang pecah berpotensi terinjak pengunjung membahayakan keselamatan,” terang Rusli, saat ditemui Cendana News, Minggu (8/11/2020).

Upaya pencegahan dan penanganan sampah telah dilakukan Rusli bersama warga. Setiap musim penghujan tiba, ketika angin Timur datang dan gelombang melanda, ia akan melakukan pemeriksaan pantai. Berbagai jenis sampah berupa botol plastik, sendal, serta kayu dikumpulkan. Sampah tersebut dipergunakan untuk membuat hiasan sebagai spot foto.

Pemanfaatan sampah untuk penambah estetika pantai, menjadi upaya menjaga kebersihan objek wisata bahari. Pencegahan sampah yang terbawa ke laut dan pantai, terutama objek wisata, bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan sungai. Setiap warga yang tinggal di tepian sungai Sumur Induk dan bermuara ke pantai Pedada, dilarang membuang sampah ke sungai.

“Sampah yang dibuang ke sungai berpotensi menimbulkan pendangkalan dan kembali ke pantai Pedada, merusak keindahan,” cetusnya.

Saat musim panen dengan limbah pertanian melimpah, sebagian petani membuang jerami dan pelepah pisang. Sejumlah batang jagung yang dipanen dan kerap dibuang ke sungai mengakibatkan pantai menjadi kotor. Penyiapan kotak sampah khusus dilakukan oleh pengelola, agar pantai Pedada bersih dan nyaman dikunjungi.

Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minang Ruah Bahari, pengelola pantai Minang Ruah, mengamini sampah menjadi persoalan klasik kala penghujan. Sampah yang terbuang ke laut sebagian bukan dari warga sekitar pantai dan pengunjung. Sebab, pengelola telah melakukan pendataan bagi pengunjung yang membawa kemasan makanan, minuman berpotensi menjadi sampah.

“Saat ada pengunjung membawa kemasan makanan, maka saat pergi harus dikumpulkan, jangan dibuang sembarangan,” paparnya.

Sebagian sampah kemasan botol plastik, sebutnya, bisa dipergunakan untuk menghasilkan uang. Sebab, sampah yang bisa didaur ulang akan bisa dijual ke pengepul sampah. Kebersihan pantai sebagai destinasi wisata bahari menjadi bagian sapta pesona. Ketika pantai dalam kondisi bersih, akan menarik sebanyak mungkin wisatawan.

Pengelolaan sampah di objek wisata perlu dilakukan sejak dini. Demikian diungkapkan Zakaria, ketua Komunitas Krakatau dan Smile Train. Pegiat wisata di Lamsel itu menyebut, pengelola harus memiliki langkah penanganan sampah sejak awal. Langkah yang dilakukan dengan penyediaan tempat sampah. Pelarangan pengunjung membuang sampah diimbangi dengan pemanfaatan.

Pada objek wisata pantai yang memiliki potensi sampah kiriman, pembersihan rutin dilakukan dengan jaring dan perahu. Saat pantai dibersihkan, sampah bisa dikumpulkan di bank sampah. Pemilahan sampah yang bisa didaur ulang menjadi pot bunga akan menambah estetika objek wisata. Intalasi sampah yang dibentuk spot foto menjadi cara kreatif pemanfaatan sampah.

Lihat juga...