Sampah, Persoalan Pelik di Maumere

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Permasalahan sampah masih menjadi persoalan yang pelik di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT meskipun bupati dan wakil bupati Sikka menekankan program 100 hari Kota Maumere bebas dari sampah.

Berbagai persoalan ini muncul akibat masih minimnya pemahaman dan kebiasaan warga soal menjaga kebersihan, kurangnya edukasi sejak usia dini hingga sumber daya serta sarana dan prasarana yang masih sangat terbatas.

“Kebiasaan warga membuang sampah sembarangan masih sangat tinggi di Kota Maumere,” sebut Carolus Winfridus Keupung, mantan Direktur WALHI NTT, saat ditemui Cendana News di kantornya, Rabu (4/11/2020).

Mantan Direktur WALHI NTT, Carolus Winfridus Keupung, saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Rabu (4/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Win sapaannya mengatakan, setiap musim hujan sampah terutama sampah plastik masih bertebaran di sepanjang pesisir pantai Kota Maumere. Serta bertebaran di jalan raya ketika terjadi hujan lebat.

Dirinya menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terutama melalui lembaga sekolah dan dilakukan sejak usia dini agar kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi bisa tertanam hingga dewasa.

“Untuk mengubah perilaku memang harus ditanamkan kebiasaan untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Ini yang harus dilakukan sejak sekarang dan tentunya butuh waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, Silvester Saka, mengatakan, dinasnya memiliki kendala kekurangan armada atau monil pengangkut sampah, dimana dari jumlah 8 mobil hanya 4 saja yang bisa beroperasi.

Menurutnya, armada tersebut pun merupakan armada lama sehingga pihaknya harus melakukan pengangkutan sampah di wilayah Kota Maumere dan sekitarnya dari pagi hingga malam hari.

“Saya sudah menyampaikan permasalahan ini kepada Bupati Sikka saat rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait 8 kendaraan yang rusak dan baru 4 saja yang diperbaiki dan bisa beroperasi,” ujarnya.

Sil menjelaskan, usulan pengadaan truk pengangkut sampah baru selama dua tahun terakhir juga dicoret akibat adanya pandemi Corona dan berbagai masalah lainnya serta tenaga kerja untuk penanganan sampah juga masih terbatas.

Dia berharap minimal dalam setahun ada pengadaan satu unit truk pengangkut sampah agar permasalahan sampah di Kota Maumere dan sekitarnya bisa teratasi dan membuat kota menjadi bersih, indah, nyaman dan rapi.

“Kita harus menjaga kebersihan sebab saat ini sudah masuk musim penghujan sehingga ditakutkan akan merebak wabah demam berdarah. Persoalan sampah menjadi tanggungjawab semua pihak baik pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Lihat juga...