Santri Ponpes Darussalam di Banyumas Tanam Cabai dan Jahe

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Untuk mengisi waktu luang di tengah pandemi Covid-19, santri Pondok Pesantren Darussalam di Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas bercocok tanam cabai dan jahe. Kegiatan tersebut  sudah berjalan sejak awal pandemi.

Beberapa santri yang mempunyai basic pendidikan pertanian serta hobi bercocok tanam membentuk tim yang diberi nama Santri Tani Darussalam. Ada 15 orang santri yang aktif terlibat dalam pertanian tersebut.

“Tanaman cabai ini sudah panen kemarin dan sekarang usia tanaman sudah 4 bulan, jadi setiap tiga hari sekali bisa dipetik,” kata salah satu santri tani, Dwi Amri kepada Cendana News, Senin (2/11/2020).

Santri Tani Darussalam Banyumas, Dwi Amri, Senin (2/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Selain cabai juga terdapat tanaman jahe merah dan jahe gajah. Lahan pertanian tersebut terletak di pojok pesantren. Awalnya merupakan lahan kosong, oleh para santri kemudian dijadikan lahan pertanian. Hamparan tanaman cabai terlihat dalam polybag dan sebagian tanaman cabai yang baru di tanam langsung di lahan, menggunakan pengaman bedeng, untuk meminimalkan tumbuhnya rerumputan di sekitar tanaman.

Menurut Dwi Amri, hasil panen cabai dan tanaman lainnya dipergunakan untuk kebutuhan pesantren sendiri dan tidak dijual keluar. Hal tersebut, untuk meminimalkan kontak penghuni pesantren dengan pihak luar.

“Sebisa mungkin, kebutuhan pesantren kita cukupi sendiri di tengah pandemi ini. Di lahan bagian lain, juga ada tanaman singkong, mangga dan lainnya,” tuturnya.

Menanam cabai, menurutnya, lebih mudah dibandingkan dengan tanaman sayuran seperti terong, tomat dan lainnya. “Kemarin kita sempat menanam terong, tetapi kurang berhasil, mungkin karena faktor tanahnya yang kurang cocok dengan tanaman terong atau karena faktor lainnya. Tetapi saat diganti tanaman cabai, hasilnya cukup bagus,” jelasnya.

Tak hanya santri tani yang terlibat dalam kegiatan bertani, namun santri lainnya juga banyak yang turut membantu. Secara bergilir mereka menyiram tanaman dan memberi pupuk.

Santri lainnya, Aji mengatakan, ia bukan anggota santri tani, namun sering ikut kegiatan di kebun cabai. Meskipun hanya sekadar menyiram tanaman ataupun membersihkan rumput-pumput di sekitar tanaman,

Biasanya pagi hari setelah mengaji, para santri mulai bertani, kemudian selepas salat Ashar berjamaah kembali ke kebun cabai. Di pojok kebun terdapat gubuk kecil sebagai tempat para santri tani biasa berkumpul.

“Karena kampus masih kuliah daring, maka waktu kita full di pesantren, jadi berbagai kegiatan yang ada kita ikuti, termasuk membantu teman santri tani,” tuturnya.

Lihat juga...