Sate Balibul, Kuliner Olahan Daging Kambing Lezat nan Empuk

Editor: Mahadeva

Salah satu penggemar sate balibul, Ahmad Ripai, saat menikmati menu kuliner tersebut di warung sate pak Ragil, kawasan Halmahera Semarang, Sabtu (21/11/2020) - Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Semua orang pasti tahu menu kuliner sate kambing. Kelezatan daging bakar di setiap tusuk, akan terasa lezat ketika disajikan dengan cabai, selada, tomat dan kecap manis.

Namun disatu sisi, banyak juga yang tidak menyukai sate kambing, bau prengus khas daging kambing, hingga tekstur daging yang cukup alot, menjadi penyebabnya. “Itu bisa saja terjadi, kalau pengolahan daging kambingnya tidak baik. Termasuk menggunakan daging kambing, yang umurnya sudah dewasa. Jadi tekstur dagingnya keras atau alot,” papar Ragil, seorang penjual sate kambing di kawasan Halmahera, Semarang, Sabtu (21/11/2020).

Untuk menghadirkan sate yang enak dan empuk, dipilih daging kambing balibul atau daging dari kambing berusia di bawah lima bulan. Selain itu, juga dipilih kambing gemuk, sebagai syarat selanjutnya. “Semakin muda usianya, maka semakin empuk teksturnya. Ada juga yang menggunakan daging kambing batibul atau bawah tiga bulan, namun karena dagingnya belum banyak, saya memilih menggunakan kambing balibul,” tambahnya.

Sate kambing balibul, yang menggugah selera karena menggunakan daging kambing muda dan tanpa dicelup bumbu saat membakar, menjadikan tekstur daging terasa empuk saat dikunyah – Foto Arixc Ardana

Daging kambing yang sudah dipotong, kemudian ditusuk bambu dan dipanggang di atas bara arang kayu atau arang batok kelapa. Sewaktu dibakar, sate kambing tidak dicelupkan ke dalam kecap manis encer, melainkan polos saja alias tanpa bumbu.

Hasilnya, warna dari sate cenderung bersih, tidak gosong. Jika dilihat akan semakin meningkatkan nafsu makan. “Kalau dicelup bumbu, pasti gosong. Jadi kita tidak dicelup, meski demikian dijamin rasanya tetap enak dan manis. Penggunaan daging kambing muda ini, juga untuk menghilangkan aroma prengus yang khas dari kambing,” tandasnya.

Usai dibakar, sate kambing yang dikenal sebagai sate Tegal tersebut biasanya disajikan dengan sambal kecap, daun selada, irisan cabai rawit, bawang merah dan tomat. Bisa dinikmati dengan lontong atau nasi.

Salah satu pembeli sate balibul, Ahmad Ripai menyebut, menggemari sate balibul atau sate kambing muda, karena rasa dan tekstur daging yang empuk. “Selain itu, bedanya dengan sate kambing lainnya, daging sate balibul ini belum mengandung lemak. Jadi seluruhnya daging merah, rasanya empuk dan manis. Bau prengus kambing bahkan tidak tercium,” terangnya.

Sate balibul atau batibul disebutnya menjadi ciri khas sate Tegal. Namun, banyak diadopsi oleh pedagang sate di luar wilayah tersebut. “Memang tidak semua pedagang sate di Semarang, menggunakan daging kambing muda. Salah satunya di sate kambing pak Ragil ini. Hampir setiap seminggu sekali, saya pasti mampir buat mencicipi kelezatan sate balibul,” pungkasnya.

Lihat juga...