Satpol PP Kota Semarang Perketat Operasi Yustisi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Satpol PP Kota Semarang memperketat operasi yustisi, dengan menyasar perkantoran, perusahaan hingga rumah ibadah. Seiring munculnya dua klaster perkantoran Covid-19 di ibukota Jateng tersebut.

“Saat ini, operasi kita di kampung -kampung kelurahan yang ada di Kota Semarang. Kesempatan mendatang, kita sasar ke perkantoran, baik swasta maupun pemerintah. Termasuk tempat ibadah, juga tidak akan luput dari perhatian kita,” papar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto disela razia masker di wilayah Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan, Kamis (12/11/2020).

Dipaparkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, kenaikan angka covid-19 disumbang dari klaster keluarga, perkantoran dan perusahaan.

“Termasuk klaster di Kantor Kelurahan Manyaran, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang. Ini menjadi keprihatinan kita,” tandasnya.

Fajar menegaskan, dalam razia masker di perkantoran atau perusahaan, pihaknya tidak segan-segan memberikan hukuman yang lebih berat, dibandingkan sanksi sosial yang diterapkan saat ini.

“Apalagi kalau pelanggaran terjadi di kantor pemerintahan. Mereka ini seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, dalam penerapan protokol kesehatan. Jika melanggar nanti kita hukum push up hingga 50 kali,” tegasnya.

Perhatian juga diarahkan ke tempat ibadah, yang tidak menerapkan protokol kesehatan. “Kami akan hadir ke masjid, gereja atau tempat ibadah lainnya. Jika tidak menerapkan protokol kesehatan, tentu akan kita tertibkan.Termasuk adanya keharusan menjaga jarak antar jamaah, minimal satu meter,” lanjut Fajar.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto di sela razia masker di Semarang, Kamis (12/11/2020). Foto Arixc Ardana

Sementara, dalam razia di wilayah Wates tersebut, sebanyak 74 orang. Mereka pun harus menjalani hukuman sosial berupa menyapu area pemakaman setempat, serta dilakukan rapid test. Hasilnya, dari 23 pelanggar yang menjalani rapid test, satu orang dinyatakan reaktif dan dirujuk ke puskesmas untuk di swab.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Titis Sarwo Pramono, menambahkan jika dilihat dari jumlah masyarakat yang terjaring operasi yustisi, pada bulan November 2020 ini mengalami tren kenaikan.

“Jika bulan Oktober 2020 lalu, jumlah yang terjaring di angka 40-50 orang, kini meningkat hingga diatas 70 orang, bahkan saat razia di wilayah Sambiroto Kecamatan Tembalang, mencapai 120 orang yang terjaring operasi yustisi,” terangnya.

Penurunan kedisiplinan masyarakat, dalam memakai masker tersebut, disinyalir karena ada rasa jenuh. Terlebih pandemi sudah berlangsung berbulan-bulan.

“Dari masyarakat yang terjaring razia, rata-rata mereka mengaku lupa dan terburu-buru. Dua alasan ini yang paling banyak diungkapkan. Kita tetap menghimbau, meski buru-buru tetap jangan lupa pakai masker. Ini menjadi salah satu upaya kita dalam mencegah penyebaran covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...