Satu Keluarga Tertimpa Longsor di Banyumas, Satu Jenazah Ditemukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Hujan deras yang terjadi di wilayah Banyumas semalaman hingga Selasa (17/11/2020) menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Satu keluarga dikabarkan tertimbun longsor dan sampai dengan sore ini baru satu jenazah yang ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya, mengatakan, pihaknya mengerahkan tim untuk membantu pencarian korban longsor dan dari empat orang yang hilang, baru satu jenazah yang ditemukan.

“Satu rumah di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh longsor dan satu keluarga hilang, ada empat orang penghuni rumah yaitu Basuki (55) yang merupakan kepala keluarga. Kemudian istrinya Wagiati (38) dan dua anaknya Lucas yang masih berusia 11 tahun serta Yudas usia 7 tahun,” terangnya, Selasa (17/11/2020).

Selain satu rumah yang tertimpa longsor tersebut, di RT 02 RW 01 Desa Banjarparakan juga ada dua rumah lainnya yang terkena longsor dan rusak berat. Beruntung para penghuninya masih bisa menyelamatkan diri.

“Kendala utama kami, lokasi longsor sulit dijangkau, karena akses jalan utama menuju lokasi tertutup longsoran, sehingga kita harus mencari jalan alternatif yang medannya cukup berat,” jelasnya.

Menurut I Nyoman, saat ini bantuan yang mendesak adalah alat berat untuk membersihkan material longsor, serta alat sedot air, karena di lokasi tersebut juga dilanda banjir.

Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan Sungai Serayu meluap dan merendam rumah-rumah warga. Mulai dari Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh serta Rawalo.

Babinsa Desa Banjarparakan Koramil 16/Rawalo, Sertu Suherlan mengatakan, ketinggian air yang menggenangi rumah warga mencapai 40 – 70 sentimeter. Beberapa warga terpaksa harus meninggalkan rumah, karena khawatir air semakin meninggi.

“Ketinggian air terus bertambah sejak dini hari tadi sampai dengan menjelang siang. Sekarang sudah mulai surut, karena hujan sudah berhenti,” kata Sertu Suherlan.

Menurutnya, banjir yang terjadi diwilayah tersebut, sudah sering terjadi, dalam satu tahun bisa sampai dua kali. Jika intensitas hujan tinggi, maka Sungai Serayu dipastikan meluap dan menggenangi rumah warga.

Rumah-rumah yang terdampak banjir tersebut, sebagian besar berada di bantaran sungai atau di tepian sungai. Pihak Desa Banjarparakan sudah sering mengimbau agar warga yang berada di lokasi tersebut untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.

Salah satu warga yang terdampak banjir, Kandar mengatakan, pagi hari tadi ketinggian air mencapai 70 sentimeter dan sekarang sudah berangsur surut. Ia berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik yang ada di rumahnya dengan dibanti Bhabinsa, Sertu Suherlan.

Lihat juga...