Satu Langkah Lagi, Joan Mir Rebut Titel MotoGP 2020

Arsip. Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, merayakan kemenangannya di podium usai balapan MotoGP Grand Prix of Europe di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, (8/11/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Grand Prix Valencia, yang digelar akhir pekan nanti, akan menentukan nasib Joan Mir. Yaitu, ketika pebalap tim Suzuki Ecstar itu mengantongi match point, untuk membawa pulang titel juara dunia MotoGP 2020.

Setelah meraih kemenangan perdananya di kelas premier lewat penampilan gemilang di Grand Prix Eropa, yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pekan lalu. Mir memperlebar jaraknya di pucuk klasemen menjadi 37 poin, dari rival terdekat dengan dua balapan tersisa hingga akhir musim.

Jika finis di podium pada Minggu (15/11/2020) nanti, Mir yang menjalani tahun keduanya di MotoGP, otomatis mengunci gelar juara dunia. Gelar tersebut diperoleh, tak peduli di posisi mana rival-rivalnya finis. Skenario termudahnya, Mir hanya perlu menjaga keunggulan minimal 26 poin, dari rival terdekatnya setelah GP Valencia usai. Tak ada yang mengira, sang pebalap Spanyol tersebut memiliki peluang terbaik untuk merebut titel tahun ini, di tengah musim yang terdampak pandemi COVID-19.

Namun, sejak finis runner-up di seri keempat, Grand Prix Austria, Mir menjadi pebalap paling konsisten bertarung memperebutkan tempat teratas, dan terhitung telah tujuh kali naik podium. Termasuk satu kemenangannya di Valencia. Rekan satu timnya, Alex Rins, tak kalah hebatnya menegaskan performa motor Suzuki GSX-Rr, yang ditakuti rival-rivalnya tahun ini. Dia sudah mempersembahkan satu kemenangan bagi tim pabrikan Jepang itu, yaitu ketika di Aragon.

Suzuki, kini menuju GP Valencia dengan keunggulan tujuh poin dari Ducati, di klasemen konstruktor MotoGP. Dan memiliki peluang mengunci titelnya untuk pertama kali, sejak terakhir kali menjuarai kelas premier pada 1982. Sementara itu, GP Valencia akan menjadi kesempatan terakhir bagi Fabio Quartararo, yang menjadi favorit juara di awal musim berkat kemenangan ganda di Jerez. Dia dan kini menghuni peringkat dua dengan selisih 37 poin.

Namun pebalap tim Petronas Yamaha itu belakangan ini dihantui penampilan tidak konsisten, dan dibuat bingung dengan performa motornya. “Aku rasa, kami perlu bekerja dengan cara lain, bukan dari tim, tapi Yamaha agar lebih mengambil risiko untuk mencoba bertarung dengan para pebalap teratas, karena kelihatannya setiap pebalap kesulitan di balapan ini,” kata Quartararo.

“Menghadapi dua balapan ini, secara matematis kami masih bisa memenangi kejuaraan, tapi aku sedikit berada di sisi lain, aku hanya perlu menikmatinya karena cukup banyak balapan selain di Le Mans di mana aku tidak benar-benar menikmati akhir pekan balapan. Bukan karena tekanan atau apa, tapi karena tidak menemukan seting yang tepat dan sangat sulit memahami kenapa. Berada di peringkat kedua kejuaraan, aku kira kami masih memiliki kesempatan yang besar untuk finis di tempat ini dan aku tidak akan pernah menyerah hingga lap terakhir dan bendera dikibarkan di Portimao,” tutur Quartararo.

Sedangkan Rins, dengan raihan poin yang sama dengan Quartararo, akan tampil tanpa beban, meski juga berambisi mengejar gelar ketika peluang masih terbuka. Secara matematis, Maverick Vinales, dengan defisit 41 poin di peringkat empat juga masih memiliki peluang untuk merebut gelar untuk Yamaha. Demikian pula untuk Franco Morbidelli, yang telah menang dua kali musim ini.

Sementara Andrea Dovizioso di peringkat enam, meski memiliki poin yang sama dengan Morbideli, di saat keduanya berjarak 45 poin dari Mir, tak bisa diprediksi. Itulah, gambaran musim MotoGP tahun ini, yang telah menyajikan sembilan pebalap pemenang berbeda, dan 15 rider yang telah mengecap manisnya podium.

Juara bertahan Marc Marquez kemungkinan besar baru akan kembali turun membalap tahun depan, setelah Repsol Honda menyatakan sang juara dunia MotoGP enam kali itu belum benar-benar pulih dari cedera yang ia alami sejak seri pembuka di Jerez. (Ant)

Lihat juga...