Sejumlah Sekolah di DIY Beri Layanan Konsultasi Pembelajaran Siswa

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di Yogyakarta menggelar layanan pembelajaran konsultasi bagi para siswa selama masa pandemi Covid-19. Layanan konsultasi ini dilaksanakan untuk mencapai target kurikulum yang telah ditetapkan pihak sekolah berdasarkan acuan Dinas Pendidikan setempat. 

Salah satu sekolah yang melaksanakan layanan pembelajaran konsultasi ini adalah SMP Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedayu Bantul, Martinah mengatakan sejak adanya pandemi, seluruh proses pembelajaran bagi siswa selama hampir 8 bulan lebih digelar seluruhnya secara daring atau online. 

Proses pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi ini dikatakan tak jarang menimbulkan kendala pemahaman bagi sejumlah siswa. Sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut agar siswa dapat menerima dengan baik materi pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai kurikulum tersebut.

“Layanan pembelajaran konsultasi fokus pada mata pelajaran tertentu seperti matematika, IPA, bahasa Inggris serta bahasa Indonesia. Siswa diperbolehkan memilih pelajaran mana saja yang dirasa belum menguasai. Jadi tidak wajib. Nantinya siswa dapat mengkonsultasikan secara langsung mana saja materi pelajaran yang belum dipahami dengan guru mapel di sekolah,” katanya kepada Cendana News belum lama ini.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedayu Bantul, Martinah (kanan) didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Titik Rukmini (kiri), Rabu (11/11/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Karena digelar secara tatap muka di sekolah, maka proses layanan pembelajaran konsultasi bagi para siswa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain jumlah siswa dibatasi, proses layanan pembelajaran konsultasi ini juga harus mendapatkan persetujuan atau izin dari orang tua/wali siswa bersangkutan.

“Yang pertama orang tua/wali siswa harus setuju dan memberikan ijin pada siswa untuk datang ke sekolah. Nanti selama proses layanan konsultasi, siswa wajib mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Karena itu jumlah siswa yang mengikuti layanan konsultasi kita batasi serta menerapkan sistem sift atau bergantian,” ungkapnya.

Pihak SMP Negeri 1 Sedayu Bantul mengaku menyiapkan sedikitnya 12 orang guru mata pelajaran untuk membantu pada siswa dalam proses layanan pembelajaran konsultasi ini. Mereka merupakan guru mapel matematika, IPA, bahasa Inggris, serta bahasa Indonesia baik dari kelas 7,8 maupun kelas 9.

“Kalau kita lihat antusiasme siswa untuk mengikuti layanan konsultasi pembelajaran ini cukup tinggi. Terbukti dari sekitar 653 siswa, tercatat ada 1/3 lebih yang memutuskan mengikuti layanan konsultasi pembelajaran secara langsung atau tatap muka ini,” ungkap Martinah.

Meski sebagian sekolah di Yogyakarta telah mulai menjadwalkan adanya kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah secara rutin, pihak SMP Negeri 1 Sedayu Bantul sendiri mengaku belum berani melakukannya. Hal itu lebih karena pertimbangan kesehatan serta belum adanya izin dari seluruh orang tua siswa.

“Kita belum berani menjadwalkan proses pembelajaran secara tatap bagi semua siswa muka karena memang masih ada orang tua yang khawatir jika anaknya berangkat ke sekolah. Dan kita menghormati hal itu. Sehingga kita hanya memberikan kesempatan bagi siswa yang telah mendapatkan persetujuan dari orang tua/wali muridnya saja,” bebernya.

Lihat juga...