Sekolah Sepakbola di Lamsel Latih Potensi Anak Sejak Dini

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Masa pandemi tidak menghalangi anak-anak di pedesaan untuk melakukan kegiatan olahraga. Aktivitas olahraga jadi alternatif menjaga stamina fisik sekaligus belajar teknik sepak bola.

Heri, pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyebut waktu luang justru lebih banyak saat kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dikurangi. Keberadaan SSB jadi sarana anak-anak pedesaan untuk mempelajari sepak bola secara profesional.

Terbentuk sejak lima tahun silam ia menyebut SSB Garuda semula hanya diikuti 15 anak. Minat akan olahraga sepakbola di pedesaan membuat perkembangan SSB Garuda diikuti sekitar 60 anak di desa setempat. Dominan anak usia SD yang ikut di sekolah sepakbolanya.

Heri, pelatih SSB Garuda di Desa Sripendowo, Jumat (13/11/2020). -Foto Henk Widi

Aktivitas di SSB bagi anak-anak sebut Heri menjadi alternatif kegiatan olahraga. Sejumlah anak yang memiliki bakat bidang olahraga sepakbola akan lebih fokus dan diberi teknik serta ilmu tentang dunia sepakbola. Menggali bakat anak yang selama ini mengenal bola tahap dasar bisa semakin diperdalam saat masuk dalam SSB.

“Sejumlah materi yang diberikan dalam sekolah sepak bola Garuda mulai teknik dan dasar bermain, aturan permainan serta latihan rutin membuat siswa  mampu menguasai teknik dan sudah bisa bermain secara profesional,” terang Heri saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (13/11/2020).

Banyaknya anak-anak di wilayah tersebut mendaftar di SSB Garuda membuat ia membaginya dalam empat kelas. Kelas A, B, C, D dibagi untuk mempermudah proses pelatihan. Ia dibantu empat asisten untuk berlatih dengan jadwal latihan setiap Rabu, Jumat, Minggu. Meski diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar Heri menyebut pemberian materi kedisiplinan dilakukan agar bisa menekuni olahraga sepak bola secara profesional.

Latihan yang kerap diberikan sebut Heri meliputi teknik mengoper bola, mempertahankan bola. Teknik kekompakan bermain bola dalam tim menjadi bagian dari upaya melatih kebersamaan. Bermain bola sebutnya bukan hanya bertujuan memasukkan bola sebanyaknya ke gawang lawan. Setiap potensi anak bisa berperan masing masing sebagai kiper, penyerang, kapten pertandingan.

“Melatih anak sejak dini pada permainan olahraga sepak bola bisa menjadi dasar untuk masa depan yang ingin fokus sebagai atlet profesional,” bebernya.

Sebagai cara untuk melatih sportifitas dan juga tekhnik permainan,anak anak SSB Garuda kerap berlatih dengan SSB lain. Langkah tersebut dilakukan agar anak anak bisa mengukur kemampuan yang telah dimiliki. Sebab sparing atau bertanding dengan klub lain akan semakin meningkatkan performa. Sejumlah pertandingan antar klub tingkat desa hingga kabupaten bahkan pernah diikutinya.

Sekolah sepak bola lainnya bernama SSB New Stars jadi rujukan anak-anak berolahraga. Sekolah sepak bola tersebut dilatih oleh Nuryustianto yang concern pada anak anak pedesaan. Berada di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, ia melatih anak-anak usia sekolah dasar. Berjalan sejak setahun lalu siswa didikannya telah berjumlah 50 orang.

“Kami fokus pada anak anak usia 12 tahun ke bawah agar teknik olahraga sepakbola mudah dibentuk,” bebernya.

Latihan yang dilakukan sebut Nuryustianto meliputi cara menendang bola, menguasai bola. Teknik khusus yang harus dimiliki anak anak seperti dribble, passing, shooting dan mengontrol bola. Selain itu bagi kiper akan dilatih cara mempertahankan gawang agar tidak dibobol lawan. Teknik bagi kiper sebutnya dilakukan secara khusus dengan latihan teknik dan fisik.

Sebagai sekolah berbasis olahraga, Nuryustianto menyebut SSB New Stars mengajarkan tata tertib berlatih. Kedisiplinan agar anak menjadi pemain berkarakter dan lebih profesional terus dilatih. Pembekalan ilmu dalam bermain bola akan menjadi bekal bagi anak-anak yang akan fokus pada bidang olahraga bergengsi tersebut. Sebagai bentuk melatih kemampuan SSB juga kerap ikut sejumlah turnamen dengan klub lain.

Lihat juga...