Sekolah Tatap Muka di Bekasi Dievaluasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Meski dalam kondisi zona merah, pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan evaluasi dimulai pembelajaran sekolah tatap muka secara menyeluruh di wilayahnya.

Hal tersebut menyusul kejenuhan peserta didik setelah berbulan-bulan mengikuti pelajaran jarak jauh (PJJ) atau vidcon yang berpengaruh terhadap perkembangan mereka. Meskipun diklaim tren penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi semakin menurun.

“Kita lihat sampai akhir bulan ini, akan dievaluasi. Karena sistem daring juga banyak persoalan bagi anak-anak,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, usai mengikuti penyerahan  Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di balai kota, Senin (9/11/2020).

Dikatakan, saat ini di Kota Bekasi untuk bioskop sudah bisa beroperasi. Oleh karena itu, dia mengaku, akan menghadap ke Kementerian Pendidikan untuk menyampaikan kondisi terkait pendidikan agar segera dibuka aksesnya.

Terkait kondisi Kota Bekasi zona merah, Rahmat Effendi, meminta jangan melihat angka terkonfirmasi. Kondisi sekarang di Kota Bekasi dalam pengendalian Covid-19, ekonomi membaik. Pengendali penanganan juga bagus.

“Saya bilang jangan dilihat berapa jumlah terkonfirmasi, tapi harus diketahui bahwa penduduk Kota Bekasi mencapai 2,4 juta. Harus dipahami, Kota Bekasi berbatasan langsung dengan DKI Jakarta sebagai pusat episentrum. Ketika ada yang terindikasi dengan pelacakan tracking hasilnya luar biasa, menembus angka 7500 positif,” ujarnya.

Namun demikian jelasnya, hanya 0,03 persen, dari 7500 yang terkonfirmasi itu 93 persen angka kesembuhan. Kemudian 2 persen angka kematian.

“Artinya kenapa Kota Bekasi diberi Pak Gubernur sebagai wilayah penangangan Covid-19 terbaik se-Jabar? Jangan dilihat dari angka 7500, tapi 2,4 juta penduduk Kota Bekasi,” tandasnya.

Menurutnya, sekolah tatap muka bisa segera dilaksanakan. Daripada kondisi daring membuat anak-anak malas dan tidak bergerak. Karena persentase kesembuhan dari penanganan bagus dan berjalan maksimal.

Sampai saat ini, swab test massal terus dilakukan. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu diyakini akan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sementara pasien yang masih dinyatakan aktif virus corona, sejauh ini ada sebanyak 5,2 persen.

Catatan pada Minggu (8/11/2020) dari total kasus, 443 pasien masih dirawat, 6.739 pasien dinyatakan sembuh, dan 143 orang meninggal dunia. Jumlah pasien yang meninggal tidak bertambah dibandingkan data kemarin.

Lihat juga...