Selama Oktober, Polres Singkawang Tangkap 11 Tersangka Kasus Narkotika

Jajaran Polres Singkawang, menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jenis sabu selama Oktober 2020, Rabu (4/11/2020) – Foto Ant

PONTIANAK – Polres Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), sudah menangkap 11 tersangka yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, selama Oktober 2020.

“Total berat sabu 19,75 gram dari 11 tersangka ini akan kita musnahkan,” kata Kasat Narkoba Polres Singkawang, IPTU Jumari, saat menggelar konferensi pers mengenai pengungkapan kasus narkotika jenis sabu selama Oktober 2020, Rabu (4/11/2020).

Ke-11 orang tersangka tersebut masing-masing, JL alias IJ, TBS alias AS, AS alias UD, SP alias TT dan DSJ alias AJ. Kemudian, ES alias AK, EN alias AN, KJK alias LO, AR, HA alias BO dan LSK alias KK. “Sebelas tersangka ini berhasil kita amankan di 11 TKP yang berbeda,” tandasnya.

Dari para tersangka yang ditangkap, statusnya rata-rata diduga sebagai pengedar. Barang haram yang diamankan dari tersangka biasanya didapatkan dari Kota Pontianak. “Sampai di Kota Singkawang, barang haram ini dipecah untuk dipasarkan,” katanya.

Modus atau cara yang digunakan bermacam-macam. “Atas perbuatannya, 11 tersangka ini akan dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 1 UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara,” tegasnya.

Salah satu tersangka, ES alias AK berdalih, dirinya bukan pengedar. “Saya cuma disuruh untuk bertemu dengan seseorang dari Pontianak untuk mengambil narkoba,” katanya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Singkawang, Sabar Panggabean mengatakan, penyalahguna narkoba di Singkawang diperkirakan ada sekira 3000-an orang. “Mereka tersebar di lima kecamatan yang meliputi enam kelurahan seperti Sedau, Pasiran, Roban, Condong, Kuala dan Sungai Garam,” jelasnya.

Upaya-upaya yang sudah dilakukan BNN Kabupaten Singkawang untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika ini diantaranya, melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk mencegah penyebaran narkoba. Kemudian, membentuk relawan dan penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah, masyarakat, pendidikan dan pekerja.

Ketiga, melakukan razia dan tes urine secara berkala. “Mendorong Pemkot Singkawang untuk membentuk kelurahan bersih narkoba sebagai bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat dalam usaha tangkal narkoba,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...