Semangat Berkoperasi Warga NTT Tinggi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Pelopor dan penggerak koperasi di NTT, Romanus Woga saat ditemui di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (13/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Jumlah aset koperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 2019 tercatat mencapai Rp6 triliun lebih dan ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat daerah tersebut sering dikatakan sebagai provinsi miskin.

“Saat pertama mendirikan koperasi kredit saya dikatakan orang gila. Mana mungkin orang NTT yang miskin disuruh menabung,” kata Romanus Woga, pelopor gerakan koperasi di NTT, Jumat (13/11/2020).

Romanus menyebutkan, dirinya tidak putus asa dan terus bekerja tanpa henti dari desa ke desa, dari setiap kabupaten ke kabupaten lainnya di NTT untuk mengenalkan dan mengajak masyarakat berkoperasi.

Dia mengaku bila saat itu putus asa dan dikatakan ‘gila’, maka tidak mungkin saat ini 2 koperasi besar di Kabupaten Sikka, yakni KSP Kopdit Pintu Air dan KSP Kopdit Obor Mas yang merupakan dua koperasi terbesar di tanah air.

“Saya senang akhirnya masyarakat NTT yang dikatakan miskin bisa menabung. Gerakan koperasi yang saya bangun akhirnya berbuah hasil dan saya dipercayakan menjadi wakil presiden koperasi kredit se Asia,” ungkapnya.

Menurut Romanus, koperasi menjadi menjadi kebangkitan ekonomi bagi masyarakat dan bisa membawa masyarakat meraih kesejahteraan dengan menerapkan pola simpan pinjam untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk wirausaha.

Wakil Bupati Sikka ini menegaskan, koperasi bisa menjadi penggerak utama bagi perekonomian sebuah daerah sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan baik dan koperasi juga bisa menyediakan lapangan pekerjaan.

“Saya bangga karena koperasi di Kabupaten Sikka banyak yang sudah tumbuh dan berkembang menjadi koperasi-koperasi besar di NTT bahkan di Indonesia. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah anggota dan aset koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Kabupaten Sikka, NTT, Yakobus Jano menyebutkan, KSP Kopdit Pintu Air menempati peringkat pertama koperasi primer di Indonesia sesuai rilis Induk Koperasi Kredit (Inkopdit).

Pintu Air menggeser posisi CU Lantang Tipo dari Puskopdit Borneo ke posisi kedua dimana tahun 2018 CU Lantang Tipo menempati peringkat pertama dengan anggota sebanyak 192.633 orang dan tahun 2019 meningkat menjadi 201.820 orang.

“Sedangkan Pintu Air jumlah anggotanya 186.391 orang pada tahun buku 2018 dan naik menjadi 229.018 pada tahun buku 2019.Saat ini kami sedang menggarap minyak goreng kelapa dan garam,” ungkapnya.

Jano menegaskan, pencapaian yang ada harus dilihat sebagai tanggung jawab dimana masyarakat telah diajak menjadi anggota sehingga tidak boleh ditelantarkan dan koperasi mempunyai tanggungjawab besar.

Menurutnya, koperasi merupakan kumpulan orang-orang dimana setiap orang yang bergabung menjadi anggota koperasi berkeinginan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dalam kebersamaan.

“Kita tidak hanya mempertimbangkan untung-rugi tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan. Kita harus mengayomi mereka yang terpinggirkan dan tertinggal dan jangan abaikan mereka,” ucapnya.

Lihat juga...