Semasa Hidup Kak Mul Irawan Selalu Sebut Keteladanan Mbak Tutut

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional (KRN) menggelar tahlil, doa bersama dan silaturahmi online mengenang 40 hari kepergian sosok Kak Mul Irawan, Jumat (20/11/2020) malam.

Semasa hidupnya, Sosok Mul Irawan Bin H. Masrul M Lanyala, merupakan Sekretaris Umum Dewan Perwakilan Pusat PPU KRN sebagai wadah silaturahmi dan perkumpulan purna Kirab Remaja Nasional dari angkatan 1991-1995.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga, saat ini juga melaksanakan tahlilan dan doa bersama di rumah. Saya mohon maaf jika semasa hidupnya di PPU KRN pernah membuat kecewa dan lainnya,”ujar Khadijah Hubaib, istri almarhum Kak Mul Irawan dalam doa bersama melalui online yang digelar oleh kanal Cendana TV.

Khadijah mengisahkan, bahwa semasa hidupnya almarhum memiliki semangat besar dalam mengikuti setiap kegiatan Purna KRN. Apa pun kegiatan Purna di daerah dia sangat antusias.

Khadijah, istri almarhum Kak Mul Irawan Sekum Purna KRN, saat menyampaikan keinginan mendiang suaminya tersebut di acara PPU KRN online, Jumat (20/11/2020). –Foto: M Amin

Hal tersebut, tak lain ada keinginan besarnya untuk menyatukan para kakak kirab nasional yang dahulu pernah bersatu semasa muda. Bahkan setiap dinas keluar daerah, almarhum selalu menjalin komunikasi dengan Purna di suatu tempat.

Dia hanya ingin mengumpulkan Purna KRN. Keinginan almarhum terakhir yang terucap, bahwa ia ingin menyapa Purna KRN di Aceh. Tapi, itu belum kesampaian.

“Kak Mul, memiliki keingin kuat untuk menyatukan kembali kenangan dulu selalu yang selalu menjaga silaturahmi yang kuat. Hal tersebut selalu disebut-sebut almarhum,” ujarnya.

Bahkan, imbuhnya, dua minggu sebelum Kak Mul menghembuskan napas terakhir, beliau tetap fokus ingin berjuang untuk Purna KRN agar tetap menjaga keakraban, bersatu dalam menciptakan kesatuan bangsa.

“Walaupun fisiknya sakit, tetap mau berjuang, tidak mau teman di Purna KRN ini ada saling retak. Dia menyampaikan ingin semua Purna tetap bersatu, dalam kebersamaan yang dulu pernah terjalin saat masih remaja, jangan sampai terpisah apa pun yang terjadi,” tukasnya.

Satu hal penting, lanjut Khadijah, sosok Kak Mul semasa hidupnya sangat mengidolkan Mbak Tutut (Maaf saya menyebut Mba Tutut kebiasaan dari dulu -red).

“Ada satu permintaan ingin ketemu dengan Bunda Tutut, karena almarhum sangat mengidolakan Mbak Tutut,” ucap Khadijah terbata, dan sempat berhenti karena tak kuasa menahan tangis saat menyebut nama Bunda Tutut.

Pada kami, imbuhnya, almarhum selalu menyebut keteladanan dari Mbak Tutut. Salah satu pesannya adalah contoh Bunda Tutut, meskipun keluarganya ditimpa berbagai macam musibah sangat pelik, tapi tetap dihadapi dengan hati tetap tulus dan ikhlas.

“Itu harus jadi contoh keteladanan yang harus dijadikan panutan dari sosok Mbak Tutut,” ujarnya menirukan ucapan almarhum Kak Mul semasa hidupnya, saat memberi wejangan di tengah keluarga.

Kak Mul Irawan, ingin sekali kebersamaan, kekompakan anggota Purna KRN terus terjalin, terus bersama dalam rangka mensukseskan kegiatan di dalam organisasi.

Almarhum Kak Mul Irawan meninggal pada 12 Oktober 2020. Selamat Jalan Kak Mul Irawan, semoga segala amal ibadah diterima oleh Allah SWT.

Lihat juga...