Sensasi Keseruan Wisata Berkuda di Nirwana Stable Semarang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Ada banyak cara menikmati hari libur bersama keluarga dan kerabat. Salah satunya, dengan berkunjung ke tempat wisata. Termasuk, wisata berkuda di Nirwana Stable Semarang.

Terletak di Desa Purwosari Mijen Semarang, objek wisata berkonsep industrial ethnic ini, cocok bagi mereka yang ingin menikmati nuansa peternakan kuda di pedesaan. Wisatawan pun berkesempatan untuk belajar berkuda, atau sekadar berkeliling di sekitar objek wisata tersebut dengan naik kuda.

Tidak hanya untuk orang dewasa, kesempatan untuk berkuda tersebut, juga bisa dinikmati wisatawan kategori anak. Mereka yang berusia maksimal 7 tahun, bisa berkuda dengan menaiki kuda poni, yang memang dikhususkan bagi anak-anak.

“Setelah sempat tutup akibat pandemi covid-19, kini Nirwana Stable Semarang sudah kembali beroperasi kembali.  Sesuai dengan namanya, kita menawarkan beragam aktivitas terkait olahraga berkuda. Pengunjung bisa mencoba menaiki kuda yang ada, atau belajar lebih jauh dengan mengikuti coaching class, “ papar pengelola Nirwana Stable, Syaiful, saat ditemui di objek wisata tersebut, Minggu (22/11/2020)

Pengelola Nirwana Stable, Syaiful, saat ditemui di objek wisata tersebut, Minggu (22/11/2020). -Foto Arixc Ardana

Dijelaskan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga berkuda atau sekedar rekreasi. “Kita ada beragam jenis kuda, seperti Jerman, Arab, Australia, hingga kuda persilangan. Kuda-kuda ini yang kita gunakan dalam pelatihan penunggang kuda, khususnya kelas jumping. Selain itu, kita juga menawarkan jasa persewaan kuda, kandang hingga pelatihan kuda,” terangnya.

Dipaparkan, untuk bisa menikmati beragam fasilitas berkuda yang ada, wisatawan cukup membayar Rp 35 ribu untuk wisata kuda poni, yang dikhususkan bagi anak-anak. Sementara, bagi pengunjung dewasa, untuk berkeliling sembari berkuda dikenakan tarif Rp 50 ribu.

“Selain itu, kita juga ada wisata rabbit park atau kelinci, hingga playground untuk bermain anak-anak,” tambahnya.

Lalu bagaimana jika ingin berlatih berkuda lebih intensif lagi? Dipaparkan, dengan biaya Rp 150 ribu untuk hari biasa, atau Rp 250 ribu untuk akhir pekan atau hari libur, wisatawan dapat berlatih berkuda, yang langsung didampingi oleh pelatih.

“Biaya tersebut, sudah termasuk biaya instruktur, sewa perlengkapan berkuda seperti sepatu, helm, serta sarung tangan, serta pelatihan selama satu jam. Berupa, 45 menit praktik berkuda dan 15 menit evaluasi,” terang Syaiful.

Selain itu, bagi yang ingin lebih jago lagi bermain kuda, pihaknya juga menawarkan paket latihan selama 2,5 bulan dengan 10 kali pertemuan. “Materi yang diberikan mulai dari dasar-dasar berkuda, hingga pemantapan untuk olahraga kuda jumping atau halang rintang,” tambahnya.

Pihaknya juga memastikan kuda-kuda yang ada di area tersebut, juga terjag dari segi kesehatan hingga nutrisinya. “Setiap hari Senin, kuda-kuda tersebut kita istirahatkan dari segala aktivitas. Kita cek kesehatan mereka, termasuk perawatan mulai dari potong kuku, hingga rambut. Tujuannya agar kuda-kuda ini rileks, tidak stres sehingga kesehatannya terjaga,” imbuh Syaiful.

Selain aktivitas berkuda, Nirwana Stable juga cocok untuk melepas penat. Terlebih dengan keberadaan resto yang menawarkan beragam menu modern dan tradisional, juga bisa menjadi pilihan.

Sementara, salah seorang wisatawan, Diah Ayu, mengaku tertarik dengan wisata berkuda yang ditawarkan objek wisata tersebut.

“Saya sebenarnya sudah lama ingin belajar berkuda, atau setidaknya mencoba naik kuda, namun sebelumnya hanya di sekitar Bandungan, namun di sana kuda yang digunakan jenis lokal, jadi tidak terlalu tinggi,” terangnya.

Kesempatan tersebut datang saat berkunjung ke Nirwana. “Kebetulan sudah ada teman yang berlatih berkuda disini, jadi tertarik. Awalnya agak takut, karena kudanya cukup tinggi, namun karena sudah niat dan ditemani pelatih, jadi berani. Seperti yang saya harapkan, berkuda itu menyenangkan,” tambahnya.

Di satu sisi, untuk berjaga diri di tengah pandemi covid-19, dirinya juga memastikan penerapan protokol kesehatan yang ada, sebelum berkunjung ke obyek wisata yang terletak persis di samping Agrowisata Purwosari tersebut.

“Sempat telepon dulu, tanya seperti apa, penerapan protokol kesehatannya, setelah diberitahu, baru kemudian saya yakin untuk datang. Jadi ini menjadi pengalaman yang seru, bisa berlatih berkuda,” pungkasnya.

Lihat juga...