‘Septic Tank’ Toilet Pasar Alok Maumere Sumber Polusi Udara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pengelola Pasar Alok dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk membenahi septic tank atau tangki septik toilet di pasar tradisional terbesar di wilayah ini sebab menimbulkan polusi udara.

Akibat rusaknya tangki septik tersebut, bau tak sedap mengganggu pengunjung pasar. Apalagi banyak toilet juga  tidak berfungsi lagi.

“Toilet harus diperhatikan karena ini fasilitas umum sehingga kebersihannya selalu terjaga. Kadang toilet sering berbau karena tangki septiknya sudah jebol,” kata Hermina Dua, salah seorang pengunjung Pasar Alok, saat ditemui Cendana News di pasar setempat, Rabu (4/11/2020).

Hermina katakan, selain kebersihan toilet, sampah juga masih berserakan dan dibuang sembarangan saja bahkan terkadang kontainer penampung sampah penuh dan sampah meluber ke jalan.

Ia sebutkan, seharusnya kebersihan pasar apalagi toilet harus jadi prioritas sebab apabila lingkungan pasar bersih dan terawat maka pembeli dan pengunjung akan merasa betah di pasar.

“Ini toilet saja pintunya kadang sudah rusak dan tangki septik yang sudah penuh juga kadang tidak disedot secara rutin sehingga sering menyebarkan bau tidak sedap,” ungkapnya.

Salah seorang penjaga toilet di Pasar Alok, Wilhelmina Wilda, saat ditanya mengakui, sampai sekarang pemerintah belum membuka mata memperbaiki saluran pembuangan dan tangki septik.

Penjaga toilet umum di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,  Wilhelmina Wilda,  saat ditemui di pasar setempat, Rabu (4/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Isabela menambahkan, masyarakat pengguna pasar sudah sering mengomel karena selalu mencium bau tak sedap, tetapi belum juga diperbaiki. Bahkan dirinya pun harus mengeluarkan uang pribadi untuk menyedot kotoran di tangki septik.

“Ada 8 kamar toilet tetapi hanya 4 yang bisa dipergunakan. 4 lainnya mengalami kerusakan dan belum ada perbaikan sama sekali. Termasuk 2 tangki septik. Air juga, saya beli mesin pompa sendiri, termasuk selang sehingga bisa dipergunakan,” ungkapnya.

Isabela mengaku, saat pandemi Corona, pengunjung banyak yang mengeluh karena lubang tangki septik sudah rusak dan belum juga diperbaiki sehingga ditakutkan menimbulkan penyakit apalagi saat musim hujan.

Dirinya pun harus berkorban menjaga dan merawat toilet umum agar masyarakat yang memanfaatkan pasar bisa terbantu daripada harus kembali ke rumah mereka.

“Ada 4 toilet umum di Pasar Alok dan kondisi toilet yang saya jaga belum juga diperbaiki, termasuk tangki septiknya. Saya berharap pemerintah segera memperhatikan keluhan warga agar lingkungan pasar menjadi bersih dan nyaman,” harapnya.

Lihat juga...