Setiap Jumat, Pegawai di Bireuen Diwajibkan Berbusana Muslim

Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, menandatangani deklarasi Kabupaten Bireuen sebagai kota santri, Kamis (22/10/2020) – Foto Dok Ant

BANDA ACEH – Bupati Bireuen, Aceh, Muzakkar A. Gani, setiap Jumat semua pegawai negeri maupun kontrak di pemerintah kabupaten setempat, wajib memakai busana muslim.

Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Azmi mengatakan, pemakaian busana muslim tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Bireuen. “Surat edaran memakai busana muslim tersebut dikeluarkan pada 1 November 2020. Pemakaian busana muslim tersebut mulai Jumat, 6 November mendatang,” kata dia, Rabu (4/11/2020).

Azmi menyebut, dalam surat edaran tersebut mengharuskan pegawai laki-laki memakai kain sarung, baju koko putih, dan peci. Sedangkan untuk pegawai perempuan, diwajibkan memakai baju kurung putih, jilbab putih, dan kain sarung.

Selain itu, semua Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, diharuskan melaksanakan pengajian di setiap Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. “Pengajian dan pemakaian busana muslim ini merupakan penerapan dari penetapan atau deklarasi Kabupaten Bireuen sebagai kota santri,” kata Azmi.

Terkait dengan sanksi bagi pegawai yang tidak mengenakan busana muslim, sesuai surat edaran Bupati Bireuen, saat ini masih sebatas diberikan teguran secara lisan. Kendati tidak ada sanksi, diharapkan para pegawai mematuhi surat edaran kepala daerah tersebut. “Pemerintah daerah akan menjajaki penerapan berbusana muslim ini diatur dalam qanun atau peraturan daerah, sehingga ada sanksi tegas bagi mereka yang tidak memakai busana muslim setiap Jumat,” kata Azmi. (Ant)

Lihat juga...