Si Bang Kodir, Aplikasi Pemantau IP ASN Pemrov Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai saat memantau ruang 'Command Center' di Kantor BPSDM Jatim di Jalan Balongsari Tama Surabaya, Senin (09/11/2020). (

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, meluncurkan aplikasi “Si Bang Kodir”, atau Aplikasi Pengembangan Kompetensi Mandiri. Aplikasi yang khusus digunakan untuk memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) memantau proses pengukuran Indeks Profesionalitas (IP).

“Aplikasi ini berbasis android yang bisa diakses oleh setiap ASN melalui gawai,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, di sela peluncuran aplikasi di Kantor BPSDM di Surabaya, Senin (9/11/2020).

Selain itu, manfaat dari aplikasi tersebut juga memberi kemudahan kepada seluruh ASN dalam melakukan pengisian serta penghitungan jam pelajaran yang telah berhasil ditempuh dalam waktu setahun. “Sesuai Peraturan Ka BKN Nomor 8 Tahun 2019, setiap ASN berhak mengikuti diklat pengembangan kompetensi sebanyak 20 Jam Pelajaran. Dari aplikasi ini ASN dapat memantaunya,” ucap pejabat eselon II yang juga inisiator aplikasi tersebut.

Pada aplikasi “Si Bang Kodir”, para pengguna akan mendapatkan berbagai informasi, seperti data pengembangan kompetensi ASN dalam setahun berupa infografis dan tabulasi data untuk mengukur Indeks Profesionalitas ASN dengan lebih optimal.

Selain itu, jadwal kegiatan pengembangan kompetensi yang bisa diikuti oleh ASN, baik berupa kegiatan daring maupun klasikal, serta dari sisi pengelola kepegawaian dapat diketahui data pengembangan ASN. “Sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi ASN,” katanya.

Sementara itu, peluncuran aplikasi “Si Bang Kodir” dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sekaligus mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan BPSDM setempat. “Inovasi memang harus dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD). Ini akan memacu semangat dan mendorong kinerja,” katanya.

Mantan Mensos RI itu menjelaskan, kualifikasi kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang mendesak. Karena sangat banyak dinamika yang harus diantisipasi. “Karena itu, ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut harus dinamis, inovatif, kreatif, serta ada improvement , terutama dalam mem-breakdown RKPD dan Nawa Bhakti Satya ke program nyata sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut juga meluncurkan Pusat Pembelajaran Jarak Jauh (Puspa Raja), membuka Space Training Class and International Training Class BPSDM Jatim, peresmian Command Center dan PPID, serta penyerahan sertifikat SMM ISO 9001 : 2015. (Ant)

Lihat juga...